Mengusung tema “Membangun Ekosistem Media Konvergensi yang Profesional, Adaptif, dan Berintegritas untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, RM Fauwaz Diradja, Ketua Umum DPP AMKI KRA. Ir. Tundra Meliala Wartonagoro, MM., GRCE., CPCC, Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kurniawan Abadi, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya, Ketua KPU Palembang Syawaluddin, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Ketua DPD AMKI Sumsel KMS Umar Jayanegara menegaskan, AMKI hadir sebagai wadah berhimpunnya pemilik media dari berbagai platform, mulai media cetak, siber, radio, televisi hingga media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat tantangan media semakin kompleks. Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga tetap independen dan berintegritas.
“Kami mengajak seluruh anggota menjadi media yang profesional, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, namun tetap memberikan kritik yang konstruktif,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Sumsel dapat memberikan pembinaan agar organisasi tersebut berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie berharap AMKI mampu menjadi organisasi yang solid dan amanah di tengah dinamika dunia informasi yang terus berubah.
“Kami berharap organisasi yang baru dilantik ini terus berkarya dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP AMKI KRA. Ir. Tundra Meliala Wartonagoro menegaskan, AMKI lahir bukan sekadar mengikuti tren digitalisasi, tetapi sebagai jawaban atas kegelisahan insan media menghadapi perubahan zaman yang bergerak sangat cepat.
Ia menilai, konvergensi media bukan hanya soal perubahan platform, melainkan upaya membangun ekosistem informasi yang sehat dan dipercaya publik.
“Kita hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. Berita tidak lagi menunggu besok, tetapi menyebar dalam hitungan detik. Di tengah kondisi ini, media harus tetap menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Menurutnya, pers saat ini memiliki tantangan berbeda dibanding masa lalu. Jika dulu pers melawan penjajahan, kini media dituntut melawan kebodohan, disinformasi, dan ketertinggalan informasi masyarakat.
“Kritiklah dengan data dan fakta. Jaga marwah pers,” katanya.
Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kurniawan Abadi menyambut baik pelantikan pengurus AMKI Sumsel. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara benar kepada masyarakat.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan program pembangunan. Kami berharap pengurus yang dilantik menjalankan amanah dengan baik serta mematuhi regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Sorotan tajam juga disampaikan Dewan Pengawas AMKI Yudha Novanza Utama terkait derasnya arus informasi di media sosial yang kerap dibanjiri konten hoaks.
Menurutnya, masyarakat saat ini masih banyak yang kesulitan membedakan informasi benar dan palsu. Karena itu, media memiliki tanggung jawab besar menjaga kualitas informasi di ruang publik.
“Kritik tidak dilarang, tetapi harus disampaikan dengan benar dan bijak. Media jangan ikut larut dalam arus informasi tanpa verifikasi,” katanya.
Dalam kesempatan itu, DPD AMKI Sumsel juga melaunching program diskusi publik bertajuk “Kopi Senja”. Forum tersebut disiapkan sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan pemangku kebijakan, insan media, akademisi hingga pegiat media sosial untuk membahas berbagai persoalan daerah. (DSK)

