Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Diskusi Pejabat Negara di UGM Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk hingga Hadang Narasumber
Politik

Diskusi Pejabat Negara di UGM Ricuh, Mahasiswa Bentangkan Spanduk hingga Hadang Narasumber

RiyadiBy Riyadi17/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ratusan mahasiswa menggeruduk forum diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Ratusan mahasiswa menggeruduk forum diskusi yang menghadirkan tiga pejabat negara di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam. Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan hingga terjadi aksi kejar-kejaran antara massa mahasiswa dan rombongan narasumber.

Forum diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono itu awalnya berlangsung lancar.

Namun, situasi berubah ketika sejumlah mahasiswa naik ke atas panggung dan membentangkan spanduk sebagai bentuk penolakan terhadap para pembicara. Aksi tersebut memicu ketegangan yang berujung pada penghentian diskusi.

Baca juga :   Soal Putusan Penundaan Pemilu 2024, KPU OKU: Tunggu Intruksi Pusat

Tak lama kemudian, terjadi pelemparan gelas plastik di dalam ruangan. Ketiga pejabat negara itu akhirnya dievakuasi keluar lokasi acara. Namun, ratusan mahasiswa menghadang mereka di area luar GIK UGM.

Nusron Wahid dan Sudaryono sempat melakukan dialog dengan massa mahasiswa. Akan tetapi, pembicaraan tidak menemukan titik temu. Saat keduanya meninggalkan lokasi dengan pengawalan petugas keamanan, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat.

Perwakilan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, Mesa, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, pemerintah dinilai belum cukup membuka ruang terhadap suara masyarakat.

Baca juga :   Ketua Komisi III DPR Sebut Banpres Kurban Presiden Prabowo Sah Secara Hukum dan Syariah

“Mereka tidak layak membicarakan Pancasila selagi Indonesia masih membungkam suara rakyat, selama mereka menganggap kritik sebagai gangguan, selama mereka masih membuang-buang uang rakyat dengan program nirmanfaat, program MBG, Kopdes Merah Putih, dan banyak hal yang sekarang terjadi,” ujar Mesa.

Mesa menilai gesekan yang terjadi dalam aksi tersebut merupakan konsekuensi dari kekecewaan mahasiswa terhadap pemerintah.

“Gesekan-gesekan yang terjadi tadi justru memang hal yang wajar dalam negara demokrasi, yang saat ini mereka tidak hanya bisa dibisiki, tapi memang harus diteriaki,” katanya.

Baca juga :   Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad Minta Maaf ke Mahasiswa, Janji Evaluasi Tunjangan hingga Moratorium Kunker

Terkait aksi kejar-kejaran yang terjadi usai diskusi, Mesa menyebut hal itu dipicu karena para pejabat dianggap menghindari dialog lebih lanjut dengan mahasiswa.

“Aksi kejar-kejaran itu sebetulnya karena mereka menghindar. Kami tidak akan mengejar-ngejar mereka seandainya mereka menjawab satu pertanyaan sederhana saya, apakah mereka merasa bersalah,” tegasnya.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa dirinya bersama para pejabat lainnya datang ke UGM untuk berdiskusi secara terbuka dengan mahasiswa.

Baca juga :   Pesawat Tempur Sukhoi TNI AU Overrun, Mendarat di Area Rumput Bandara Sultan Hasanuddin

“Kami datang ke UGM memang untuk berdiskusi. Acara ini sudah direncanakan sejak lama dan telah mendapat izin dari pihak kampus. Ini juga bukan kegiatan pertama semacam ini,” ujar Sudaryono dalam keterangan tertulisnya.

Ia menegaskan bahwa sejak awal forum, para narasumber membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan maupun kritik terhadap pemerintah.

“Ditanya apa saja tidak masalah. Diadili seperti apa saja juga tidak masalah. Kami hadir untuk berdialog secara demokratis,” katanya.

Baca juga :   Paspampres Amankan Mahasiswa Pembawa Poster Sindiran Saat Gibran Kunjungi Blitar

Menurut Sudaryono, diskusi sempat berlangsung selama sekitar 30 hingga 40 menit sebelum situasi memanas akibat adanya kelompok yang menghendaki forum dihentikan.

“Kami sempat berdiskusi sekitar 30 sampai 40 menit. Tetapi kemudian ada sekelompok orang yang menginginkan forum dihentikan. Padahal sebagian besar mahasiswa justru ingin mendengar dan berdialog,” ungkapnya.

Ia juga mengaku mengalami tindakan tidak menyenangkan saat kericuhan terjadi.

Baca juga :   Mahasiswa Empat Lawang Gelar Aksi Sosial, Sebarkan Kebaikan dan Pesan Damai Jelang PSU

“Saya merasa ada yang memukul saya. Ada pelemparan air juga. Karena situasi sudah tidak kondusif, pihak keamanan menyarankan kami keluar,” ujarnya.

Sudaryono membantah tudingan bahwa dirinya dan Nusron Wahid meninggalkan lokasi karena menghindari mahasiswa.

“Kalau ada yang mengatakan Sudaryono dan Nusron kabur, itu tidak tepat. Justru kami yang datang untuk berdiskusi. Bahkan saat mobil kami dicegat dan kami dicari-cari, kami keluar lagi dan duduk bersila di aspal untuk melanjutkan dialog,” tegasnya.

Baca juga :   Usai Diperiksa Polisi, Jokowi Akui Kasmudjo Bukan Pembimbing Skripsinya

Ia menambahkan pemerintah terbuka terhadap kritik dan siap menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa, termasuk terkait isu agraria dan pertanahan.

Di akhir keterangannya, Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang ingin mengikuti diskusi secara kondusif namun terganggu akibat kericuhan tersebut.

“Saya minta maaf kepada adik-adik mahasiswa yang sebetulnya ingin berdialog secara baik. Kami siap jika diundang kembali, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Yang penting kita berdiskusi,” pungkasnya.[YKP]

Bentangkan Spanduk Diskusi Mahasiswa Ricuh UGM
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDominasi Chatbot AI Mulai Menyusul, Pengguna ChatGPT Capai 1,1 Miliar Orang
Next Article Beraksi di Muratara, Pelaku Curanmor Lintas Provinsi Ditangkap
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,903 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,776 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,749 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?