RELUNG.ID- Sebuah video kericuhan antara mahasiswa dan dosen Universitas Nias viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di ruang Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi pada Jumat (22/8/2025).
Dalam video yang beredar, sejumlah mahasiswa terlihat memprotes seorang dosen setelah berkas mereka dibanting ke lantai. Seorang mahasiswa terdengar melayangkan protes keras.
“Kenapa dibuang bu? Masalahnya di mana bu? Dimana ibu satu minggu ini?” ujar seorang mahasiswa dengan nada tinggi.
Kericuhan semakin memanas ketika mahasiswa lain ikut berteriak dan melemparkan berkas ke meja dosen.
“Kenapa mempersulit kami bu,” kata salah satu mahasiswa.
Dosen yang diprotes kemudian membalas dengan suara lantang agar mahasiswa menunggu hingga sore hari.
“Kalian dengar apa yang saya bilang, nanti sore kalian tunggu. Kaprodi itu kerja, artinya tunggu sampai sore,” ucapnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Universitas Nias memberikan klarifikasi melalui laman resminya pada Rabu (27/8). Kampus menjelaskan kericuhan bermula dari proses pendaftaran yudisium yang ditolak karena melewati batas waktu yang sudah ditentukan.
“Hal ini menimbulkan ketegangan antara beberapa mahasiswa dengan pihak program studi dan berujung pada tindakan yang tidak semestinya, termasuk kerusakan fasilitas meja kerja di ruang Prodi,” tulis pihak kampus.
Pihak universitas kemudian mempertemukan mahasiswa dan dosen terkait, dengan melibatkan Wakil Rektor III, Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi, serta Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni.
“Dalam pertemuan tersebut dicapai kesepakatan damai. Mahasiswa menyampaikan permohonan maaf secara tertulis dan lisan, serta bersedia memperbaiki kerusakan yang terjadi. Ketua Prodi juga menerima permintaan maaf dan menyatakan bersedia memaafkan mahasiswa,” jelas pihak universitas.
Universitas Nias menegaskan insiden ini murni disebabkan oleh miskomunikasi terkait administrasi. Meski demikian, mahasiswa yang terlibat tetap diberikan sanksi internal berupa surat pernyataan di atas materai dan kewajiban mengganti kerusakan fasilitas.
“Universitas Nias mengambil sikap tegas dan terukur. Tindakan kericuhan tidak dapat dibenarkan,” tegas pernyataan resmi kampus.[YKP]

