RELUNG.ID- Sosok Mulyono mendadak menjadi perbincangan publik usai menghadiri reuni angkatan 1980 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu lalu. Setelah momen tersebut viral, identitas Mulyono menjadi bahan spekulasi netizen.
Salah satu unggahan yang ramai di platform X (sebelumnya Twitter) menyebut bahwa Mulyono bukanlah alumnus UGM, melainkan seorang calo tiket bus di Terminal Tirtonadi, Solo. Nama aslinya bahkan disebut sebagai Wakidi, dengan foto pria mirip Mulyono disertakan dalam unggahan tersebut.
“Gara-gara satu orang Mulyono, nama besar UGM hancur lebur. Mulyono, kapokmu kapan! Sampai calo bus diajakin reuni. Mulyono, Wakidi, Mukidi, entahlah,” tulis akun @ArjayaDirja.
Di tengah polemik ini, kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, memilih untuk melakukan klarifikasi langsung. Ia diam-diam menemui sosok Mulyono yang dituding sebagai calo tiket tersebut.
“Saya yang menemui beliau, bukan di terminal, tapi di suatu tempat untuk bersilaturahmi,” ujar Dian saat dikonfirmasi pada Selasa (29/7/2025).
Dian mengaku merasa terpanggil untuk mencari tahu kebenaran identitas Mulyono, yang menurutnya telah menjadi korban fitnah.
“Beliau cerita banyak soal masa lalu—mulai dari kuliah hingga aktivitas pasca lulus. Katanya, dulu kerja keliling Indonesia,” ucap Dian.
Menurut Dian, Mulyono menegaskan bahwa ia memang masuk ke Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980 bersama Joko Widodo, meski mereka berbeda tahun kelulusan.
“Beliau orang baik. Orang tua yang difitnah secara keji. Astagfirullah,” tutur Dian prihatin.
Dian juga menambahkan bahwa dalam perbincangan mereka, Mulyono menyebut dirinya kerap bermain ke rumah keluarga Jokowi di Solo ketika libur kuliah.
“Beliau memanggil Pak Jokowi dengan sebutan ‘Jok’. Saat liburan, sering ikut pulang ke rumah beliau,” tandas Dian. [YKP]

