RELUNG.ID – Kopi Arabika varietas Raden Kuning asal Kota Pagar Alam segera memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis (SIG).
Tim Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) bersama perwakilan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung varietas kopi tersebut.
Kunjungan itu dilakukan sebagai bagian dari proses pengajuan Sertifikat Indikasi Geografis yang diajukan Pemerintah Kota Pagar Alam terhadap kopi Arabika Raden Kuning.

Sertifikat Indikasi Geografis dinilai penting karena menjadi bentuk pengakuan resmi atas asal-usul dan kekhasan suatu produk.
Bagi kopi Arabika Raden Kuning, sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa varietas ini merupakan tanaman asli hasil pengembangan genetik petani kopi Kota Pagar Alam.
Kopi Arabika Raden Kuning memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan varietas arabika lainnya. Keunikan utamanya terlihat pada warna kulit buah yang berwarna kuning cerah saat matang, berbeda dengan kebanyakan buah kopi arabika yang umumnya berwarna merah kehitaman.

Tak hanya dari sisi penampilan, kopi ini juga memiliki cita rasa khas. Arabika Raden Kuning dikenal memiliki rasa yang lembut dengan sentuhan aroma buah-buahan yang ringan. Karakter tersebut menjadikan kopi ini memiliki nilai jual dan prospek pasar yang menjanjikan.
Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Zaily, mengatakan bahwa saat ini penanaman kopi Arabika Raden Kuning telah diuji coba di beberapa hektare lahan di wilayah Kecamatan Dempo Utara dengan hasil yang cukup menggembirakan.
Pada panen perdananya, kopi tersebut telah diperkenalkan dalam Festival Kopi Sumatera Selatan dan mendapat apresiasi serta sambutan positif dari masyarakat.
“Kita semua berharap sertifikat indikasi geografis bisa segera kita peroleh agar kopi asli milik daerah kita ini tidak sampai diklaim oleh daerah lain,” ujar Zaily saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, Pemerintah Kota Pagar Alam juga akan mengintensifkan pengembangan dan penanaman kopi Arabika Raden Kuning karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat.
“Kopi Raden Kuning akan kita jadikan maskot daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya. (ADV/TFK)

