Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Samsung Health Minta Persetujuan Pengguna untuk Pelatihan AI, Penolakan Berisiko Hapus Data Tersinkronisasi
Regional

Samsung Health Minta Persetujuan Pengguna untuk Pelatihan AI, Penolakan Berisiko Hapus Data Tersinkronisasi

alwiBy alwi13/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Samsung mulai meminta persetujuan pengguna aplikasi Samsung Health untuk menggunakan data kesehatan mereka dalam pelatihan dan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan baru ini memicu perhatian karena pengguna yang menolak memberikan persetujuan berisiko kehilangan kemampuan sinkronisasi data dengan akun Samsung.

Baca juga :   Kasus Penyerangan Dokter Gigi di Palembang Jadi Atensi, Polisi Masih Mengidentifikasi Pelaku

Sejumlah pengguna melaporkan munculnya pemberitahuan saat membuka aplikasi Samsung Health yang meminta persetujuan penggunaan data kesehatan untuk keperluan pelatihan dan pemodelan AI.

Pengguna dapat memilih untuk menyetujui atau menolak permintaan tersebut.

Berdasarkan penjelasan yang ditampilkan dalam aplikasi, Samsung akan mengumpulkan berbagai jenis data, termasuk data kesehatan dan kebugaran, informasi pengobatan, catatan kesehatan, serta data pelacakan siklus.

Baca juga :   Polres OKU dan BBPJN Percepat Perbaikan Jalinsum Jelang Mudik

Perusahaan menyatakan data tersebut akan digunakan untuk pelatihan dan pemodelan AI, termasuk melalui proses peninjauan oleh manusia, guna meningkatkan layanan Samsung Health.

Samsung menyebut pemanfaatan data tersebut bertujuan menyempurnakan algoritma analisis kondisi kesehatan dan mengembangkan berbagai fitur berbasis AI di dalam aplikasi.

Pengguna yang telah memberikan persetujuan dapat mencabutnya kapan saja melalui menu Pengaturan Samsung Health > Privasi, kemudian menonaktifkan opsi “Menyetujui penggunaan data kesehatan untuk pelatihan dan pemodelan AI”.

Baca juga :   Lestarikan Seni Tradisional, Yayasan Dinda Bestari Gelar Workshop Bersama Universitas PGRI Palembang

Namun, setelah persetujuan dicabut, aplikasi akan menampilkan peringatan bahwa data kesehatan tidak lagi dapat disinkronkan dengan akun Samsung.

Selain itu, data yang tersimpan juga akan dihapus, kecuali Samsung diwajibkan oleh ketentuan hukum untuk tetap menyimpannya.

Meski demikian, Samsung tidak menyebutkan bahwa data yang digunakan untuk pelatihan AI akan dikaitkan langsung dengan identitas pengguna.

Baca juga :   30 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Banyuasin

Umumnya, perusahaan teknologi menerapkan proses anonimisasi atau de-identifikasi data untuk menjaga privasi pengguna, meskipun rincian mekanisme yang digunakan Samsung belum dijelaskan secara lengkap dalam pemberitahuan tersebut.

Kebijakan ini diperkirakan akan menuai beragam tanggapan dari pengguna. Di satu sisi, pemanfaatan data dapat membantu meningkatkan akurasi fitur AI dan analisis kesehatan.

Namun di sisi lain, syarat yang mengaitkan sinkronisasi data dengan persetujuan penggunaan data untuk pelatihan AI berpotensi memunculkan kekhawatiran terkait privasi dan kontrol pengguna atas informasi kesehatan pribadi mereka. (LWM)

Pelatihan AI Samsung Health Teknologi kesehatan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleNetflix Kembali Hadirkan Uji Coba Gratis, Pengguna Berpeluang Nikmati Akses Hingga 30 Hari
Next Article Cing Abdel Tak Hadiri Rumah Duka Temon, Ternyata Sedang Berada di New York
alwi

Related Posts

Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202615 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,969 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,840 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,813 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?