RELUNG.ID – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memastikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan bergabung dengan PSI.
Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai posisi atau jabatan yang akan diemban Jokowi di partai tersebut.
“Saya pastikan seperti itu, masuk PSI. Soal jabatannya apa, itu bukan urusan saya,” kata Ahmad Ali dalam podcast What The Fact Politics CNN Indonesia, Jumat (19/6/2026).
Menurut Ahmad Ali, fokus utama PSI saat ini adalah memperkuat struktur organisasi partai di berbagai daerah. Ia mengaku menjadi salah satu pihak yang mendapat tugas untuk membenahi dan mengonsolidasikan struktur internal PSI.
Selain menyinggung soal bergabungnya Jokowi, Ahmad Ali juga menanggapi rencana mantan Presiden RI itu untuk melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Indonesia.
Ia menilai langkah tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan oleh seorang mantan kepala negara yang telah menyelesaikan masa jabatannya selama dua periode.
“Itu adalah wujud terima kasih beliau setelah selesai menjabat. Sepatutnya beliau mendatangi berbagai wilayah untuk menyampaikan terima kasih kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi dikabarkan akan melakukan kunjungan ke berbagai daerah melalui agenda blusukan ke sejumlah provinsi. Tiga wilayah yang disebut menjadi tujuan awal kunjungan tersebut adalah Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Barat.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus, menjelaskan bahwa ketiga provinsi tersebut hanya menjadi tahap awal dari rangkaian kunjungan yang direncanakan berlangsung secara bertahap.
“Karena tidak mungkin dalam satu kunjungan langsung menjangkau 38 provinsi. Maka akan diawali dari tiga provinsi ini, kemudian dilanjutkan ke daerah-daerah lainnya,” kata Bestari dalam program Inside Politics CNN Indonesia.
Bestari menyebut, dalam setiap kunjungan Jokowi nantinya akan terdapat sejumlah agenda pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat. Selain kader PSI, Jokowi disebut akan bertemu dengan relawan, pendukung, serta tokoh masyarakat setempat yang mengundangnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak dapat dimaknai sebagai kampanye politik, melainkan bentuk silaturahmi dan pemenuhan undangan dari masyarakat.
“Beliau tidak hanya bertemu kader PSI. Ada relawan, pendukung, dan tokoh masyarakat yang mengundang untuk bertemu. Jadi ini bukan kampanye politik,” ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi langsung dari Joko Widodo mengenai waktu pasti bergabung dengan PSI maupun peran yang akan dijalankannya di partai berlambang mawar tersebut. (vid)

