Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Air Sungai Keruh, Bupati Muratara Temukan PETI yang Rusak Lingkungan
Regional

Air Sungai Keruh, Bupati Muratara Temukan PETI yang Rusak Lingkungan

RiyadiBy Riyadi21/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Bupati Muratara Devi Suhartoni mendatangi langsung tempat aktivitas PETI yang merusak aliran sungai di di Desa Jangkat dan Desa Lubuk Mas, Kecamatan Ulu Rawas, Kamis (20/8/2026).(Tangkapan Layar Instagram)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Keluhan masyarakat terkait keruhnya air sungai di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Bupati Muratara Devi Suhartoni bersama Wakil Bupati Junius Wahyudi turun langsung meninjau lokasi PETI di Desa Jangkat dan Desa Lubuk Mas, Kecamatan Ulu Rawas, Kamis (20/8/2026).

Untuk mencapai lokasi tambang ilegal tersebut, rombongan harus melewati medan yang cukup berat. Bupati dan rombongan menggunakan perahu ketek, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri hutan dan aliran Sungai Rawas.

Devi bahkan turun ke lokasi tanpa mengenakan atribut pemerintahan. Ia hanya mengenakan kaus singlet dan tanpa alas kaki saat menyusuri medan menuju kawasan PETI.

Baca juga :   Dandim Dorong Pembangunan Arena Grastrek di Muratara, Bupati: Anak Muda Butuh Wadah Bukan Janji

Setibanya di lokasi, rombongan menemukan sejumlah alat berat jenis excavator yang digunakan untuk aktivitas penambangan. Selain itu, terdapat mesin pengolahan biji emas berupa crusher mini yang terbuat dari papan, mesin penyedot air berkapasitas besar, serta camp yang diduga menjadi tempat tinggal para pekerja PETI.

Bupati Muratara Devi Suhartoni menilai aktivitas pertambangan tersebut telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup parah.

Menurutnya, kondisi aliran air di sekitar lokasi menunjukkan adanya aktivitas pengolahan tanah dan batu untuk mendapatkan biji emas yang berdampak terhadap kualitas air sungai.

Baca juga :   Gubernur Sumsel Usung 7 Program Prioritas di Musrenbang 2025

“Jadi untuk masyarakat lihat dan dengarkan. Kita (Pemkab Musi Rawas Utara) sangat serius. Cuma kadang semua tidak dapat selesai di Bupati. Kita minta dihentikan tapi tidak dihentikan, kita larang tidak diindahkan,” kata Devi, Jumat (21/8/2026).

Devi mengatakan aktivitas PETI di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, ia menemukan sejumlah alat berat yang berada di lokasi masih tergolong baru.

Ia menegaskan Pemkab Muratara tidak akan memberikan toleransi terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan.

Baca juga :   Muratara Bangun Pabrik Bio-CNG, Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

“Saya tidak akan memberikan toleransi terhadap penambangan emas ilegal ini. Persoalan ini akan kembali saya laporkan agar ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Devi memastikan persoalan PETI tersebut akan kembali dilaporkan kepada pihak berwenang agar dilakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

Pemkab Muratara juga menegaskan pentingnya penghentian aktivitas penambangan ilegal guna mencegah kerusakan lingkungan yang semakin meluas serta menjaga kualitas air Sungai Rawas yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.[LTM]

Air Sungai Keruh Bupati Muratara Devi Suhartoni Perusak Lingkungan Temukan PETI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKejar Hilirisasi Sawit, Sumsel Siapkan 66 Ribu Hektare Lahan Potensial
Next Article Terangi Desa di Kawasan Rawa dan Hutan, Pemprov Sumsel Dorong Penggunaan PLTS
Riyadi

Related Posts

Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Regional

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/20266 Views
Regional

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,957 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,826 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,799 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?