Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kejar Hilirisasi Sawit, Sumsel Siapkan 66 Ribu Hektare Lahan Potensial
Regional

Kejar Hilirisasi Sawit, Sumsel Siapkan 66 Ribu Hektare Lahan Potensial

alwiBy alwi21/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi/ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Rencana perluasan perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan tidak akan dilakukan secara serampangan.

Pemerintah Provinsi Sumsel menyiapkan sekitar 66.005,65 hektare lahan potensial untuk mendukung program ekstensifikasi sawit nasional, namun seluruh lokasi akan terlebih dahulu diverifikasi dari sisi legalitas, tata ruang hingga kondisi di lapangan.

Baca juga :   Abdul Rahman, Sosok Penumpang KM Barcelona yang Jadi Pahlawan Penyelamat Balita di Lautan

Langkah tersebut menjadi penting karena program perluasan sawit tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi komoditas, tetapi juga mendukung agenda hilirisasi dan ketahanan energi nasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra mengatakan Pemprov Sumsel siap mendukung program tersebut, tetapi proses penyiapan lahan harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Sumsel memiliki potensi perkebunan yang sangat besar. Karena itu, kami menyambut baik program ini dan siap mendukung seluruh tahapan yang diperlukan agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan,” ujar Edward, Kamis (20/8/2026).

Baca juga :   Pemprov Sumsel Gandeng BSB, Percepat Perbaikan 2.500 Rumah Tidak Layak Huni

Dari total potensi lahan ekstensifikasi tersebut, sekitar 45.071,38 hektare berada di kawasan hutan konversi atau produksi. Sementara 20.934,27 hektare lainnya berada di Areal Penggunaan Lain (APL).

Tiga daerah memiliki potensi lahan terbesar. Lahat berada di urutan pertama dengan 16.664,69 hektare, disusul Musi Banyuasin (Muba) 16.175,82 hektare dan Ogan Komering Ulu (OKU) 14.414,24 hektare.

Namun, angka tersebut belum otomatis berarti seluruh lahan dapat langsung ditanami sawit. Pemprov Sumsel akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, PTPN IV, pemerintah kabupaten serta instansi terkait untuk memastikan status lahan, tata ruang dan legalitasnya.

Baca juga :   Catat! Ini Harga BBM di Sumsel Per 1 September

“Akselerasi memang penting, tetapi seluruh proses harus sesuai dengan ketentuan. Legalitas lahan dan aspek administrasi harus benar-benar kita pastikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegas Edward.

Pemprov Sumsel juga mengarahkan agar pengembangan sawit memanfaatkan lahan yang selama ini kurang produktif. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi baru tanpa harus membuka kawasan yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.

Pemanfaatan lahan tidak produktif juga dinilai dapat membantu menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi Sumsel yang setiap tahun menghadapi ancaman kebakaran pada musim kemarau.

Baca juga :   Kasus Korupsi Revitalisasi Pasar Cinde: Kejati Sumsel Periksa Mantan Sekda Sumsel

“Ekspansi sawit di Sumsel diharapkan tidak berhenti pada penambahan luas perkebunan, tetapi sekaligus memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan,”kata dia.

Sementara itu, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian Iim Mucharam mengatakan program ekstensifikasi sawit merupakan bagian dari strategi nasional yang mendapat mandat Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat hilirisasi komoditas strategis, terutama kelapa sawit yang memiliki posisi penting dalam pengembangan energi terbarukan.

Baca juga :   KPK Tuntut Sarimuda 4 Tahun Penjara Kasus Korupsi

Pemerintah secara nasional menargetkan pengembangan 270.000 hektare areal baru untuk mendukung kebutuhan bahan baku energi, termasuk pengolahan sekitar 32 juta ton crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel dan biofuel.

“Untuk memenuhi target nasional seluas 270.000 hektare, kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan penuh dari pemda, termasuk Sumsel,” kata Iim.

Sementara itu, Strategic Advisory PTPN IV Irwan Perangin-Angin mengatakan pihaknya mendapat mandat untuk mendukung pengembangan perkebunan sekaligus industri hilir sawit.

Baca juga :   Tak Lagi Wajib di Kantor, Pemprov Sumsel Siap Adaptasi Kebijakan Rapat di Hotel dengan Sistem Hybrid

Selain mengelola sekitar 575.000 hektare perkebunan, PTPN IV juga mendapat mandat mengembangkan 270.000 hektare areal baru.

Pengembangan tersebut akan ditopang pembangunan 23 unit pabrik kelapa sawit (PKS), tiga unit pabrik pengolahan inti sawit, dan satu unit pabrik biodiesel.

Untuk memastikan potensi lahan di Sumsel benar-benar dapat digunakan, tim teknis akan melakukan ground check terhadap sejumlah lokasi yang telah diidentifikasi.

Baca juga :   Jejak Kebakaran Berulang di Lahan PT Bintang Harapan Palma, Dari Penyegelan Hingga Putusan Rp677,75 Miliar

“Verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan lahan yang tersedia benar-benar layak dan memenuhi seluruh persyaratan sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya.  (THQ)

APL Hilirisasi sawit Pemprov Sumsel Sekda Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTekanan Fiskal Bayangi Pemprov Sumsel, Transfer Pusat Anjlok Rp1,9 Triliun, DBH Belum Cair Tembus Ratusan Miliar
Next Article Air Sungai Keruh, Bupati Muratara Temukan PETI yang Rusak Lingkungan
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,877 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,749 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,724 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?