RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara berencana bakal memberikan insentif tambahan bulanan untuk para guru yang mengajar di daerah terpencil.
Hal ini sebagai salah satu apresiasi Pemkab Muratara kepada guru terpencil tersebut.
“Meskipun kondisi saat ini semua oenghematan, namun kita Pemkab Muratara tetap memikirkan nasib para guru terpencil dengan memberikan penambahan insentive bulanan,”ungkap Bupati Muratara Devi Suhartono dikutip melalui akun facebooknya, Kamis (9/4/2026).
Orang nomor satu di bumi berselang serundingan menjelaskan ada beberapa sekolah terpencil di Muratara yaitu Sungai Cinau Kecamatan Ulu Rawas, Translok Pauh, Batu kucing, Biringin Makmur II arah rompok Kecamatan Rawas Ilir, Sungai Gulo Desa Rantau Kadam, Sungai Jambu, Lubuk Kumbung, Transos Nibung dan Jadi Mulia Ridan, Kecamatan Ninung.
“Untuk total secara keseluruhan jumlah sekolah daerah terpencil banyak 29 sekolah terdiri dari SD dan SMP,” jelasnya.
Dia berharap dengan adanya tambahan insentive bulanan jnj, agar menjadi motivasi para guru daerah terpencil tetap semangat mengajar dan berkwalitas. Karena tanpa guru hidup kita sendiri gelap.
“Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada guru yang sudah mendidik anak anak Muratara menjadi cerdas. Tentunya kebijakan pemberian insentive kepada guru terpencil merupakan kebijakan dari Pemkab Muratara,” ucapnya.
Dia mengatakan masyarakat jangan takut untuk menyekolahkan anak anaknya karena sekolah di Muratara gratis dan mendapatkan bantuan berupa baju dan tas sekolah bagi yang miskin.
“Jadi tidak ada lagi alasan masih ada anak yang tidak sekolah atau putus sekolah dikarenakan kurang mampu. Karena semuanya gratis dan juga bagi anak yang miskin mendapatkan bantuan baju dan tas sekolah. Terkecuali masuk TK dan baju harus beli, ke depan untuk TK saya akan review jika ada anggaran akan dianggarkan supaya bisa meringankan beban orang tua. Ini merupakan komitmen saya dan Wakil Bupati Junius Wahyudi jangan sampai anak di Muratara tidak sekolah,” Katanya.
Ia menegaskan seperti yang sering saya tulis, jangan sampai masih ada anak miskin di Desa yang tidak sekolah, tidak dibenarkan apabilah ada yang sakit tidak berobat, tidak boleh ada masyarakat yang kelaparan.
“Saya tidak mau selama saya menjabat Bupati ada anak tidak sekolah, ada yang sakit tidak berobat dan kelaparan. Dan saya sudah berkoordinasi ke Kecamatan, Kelurahan dan Desa serta RT,”tegasnya.
Ia menghimbau kepada seluruh sekolah agar tetap semangat dan program mengaji lagi harus dilakukan dan harus melakukan penghijauan sekolah. Kemudian kedepan akan dibuat sekolah ber ketahanan kebutuhan dapur seperti menanam cabe, cong, terung dan tanaman lainnya. (MLM)

