RELUNG.ID – Perwakilan PT AKOR perusahaan asal Australia yang bergerak di bidang ekspor/impor kopi menemui walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah, Selasa (4/11/2025).
Kedatangannya ini untuk berencana mengajukan kerjasama khususnya di bidang kopi.
Melalui penerjemahnya, Mr Aldin menyampaikan potensi produksi petani kopi di kota Pagar Alam menurut data menjadi salah satu yang terbesar di Sumatera Selatan.
Dengan potensi itu, PT AKOR menilai komoditas kopi Pagar Alam dapat diusahakan untuk dapat menembus pasar luar negeri utamanya ke Australia.
“Pasar ekspor ke Australia masih sangat terbuka dan menurut kami biji kopi asal kota Pagar Alam dengan hasil panen yang hampir menembus angka 17 ribu ton pertahun adalah potensi bisnis yang menguntungkan untiuk petani dan petekonomian daerah,” kata Mr Aldin.
Sementara itu, Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah menyambut baik kunjungan PT AKOR, menurutnya pemerintah daerah mempunyai sarana pergudangan yang dapat dimanfaatkan dengan skema bisnis yang saling menguntungkan.
“Dengan kemitraan antara PT AKOR dengan Pemerintah Kota Pagar Alam diharapkan dapat mengoptimalkan Gudang Resi sebagai fasilitas penyimpanan dan pengelolaan komoditas kopi,” katanya.
Meski demikian, agar produk kopi Pagar Alam bisa lebih bersaing dengan produk daerah lain yang lebih duluan eksist, masih perlu adanya edukasi proses pasca panen kepada para petani agar kualitas biji kopi yang dijual sesuai dengan kriteria yang diinginkan konsumen.
“Kami akan dorong terus petani kopi kota Pagar Alam untuk meningkatkan kualitas mutu pengolahan biji setelah panen melalui edukasi dan pelatihan melibatkan dinas terkait sehingga biji kopi yang dihasilkan sesuai dengan kriteria ekspor yang kami yakin harga pun jauh lebih,” tambahnya.
Menurutnya, produksi kopi Pagar Alam ini secara keseluruhan sudah bagus, hanya saja kualitas kebersihannya masih kurang, untuk menjaga kualitas kebersihan tersebut
“Kerjasama ada beberapa manfaat yang akan bisa dicapai di antaranya, pemanfaatan optimal gudang resi sebagai pusat perdagangan dan ekspor kopi, peningkatan pendapatan daerah melalui sistem retribusi yang transparan dan terukur, peningkatan kesejahteraan petani dan pengaktifan Koperasi Merah Putih melalui penyerapan hasil panen yang berkelanjutan dan penguatan citra Pagar Alam sebagai salah satu kota penghasil Kopi unggulan di Sumsel,” pungkasnya. (TFK)

