Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026

Heboh! Nama Prajurit Ini Bikin Komandan Gemetar

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Ajarkan Teknik Bertani dan Pemasaran, Polsri dan Unsri Jalin Kolaborasi
Lifestyle

Ajarkan Teknik Bertani dan Pemasaran, Polsri dan Unsri Jalin Kolaborasi

alwiBy alwi12/09/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Hasil pertanian menjadi penopang perekonomian para petani khususnya di Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Hanya saja, hingga kini penghasilan mereka masih di bawah UMR yaitu berkisar Rp1,5 juta per bulan. Karena itu, Penelitik Politeknik Unsri (Polsri) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) menjalin kolaborasi untuk mengajarkan teknik bertani, dan pemasaran tanpa tengkulak.

Hal ini agar dapat mensejahterakan para petani, khususnya di Palembang.

Hadir dalam ksempatan tersebut, Ketua Tim Peneliti Penerapan IPTEK Masyarakat Politeknik Sriwijaya (Polsri), Nelly Masnila SE., MSi. didampingi Anggota Peneliti, Jovan Febriantoko, S.E., Ak., M.Acc., CA., CRMPA dan Anggota Peneliti dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Ir Tri Tunggal M.Agr.

Nelly mengatakan, salah satu kelompok tani yang memiliki keinginan untuk penanaman padi dengan baik adalah kelompok tani “Sumber Luhur”. Kelompok tani ini beralamat di Jalan Taqwa Lorong Padat Karya, Kelurahan Sei Selincah, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, dengan diketuai Bapak Waloyo.

Kelompok ini telah berdiri sejak tahun 2020. Usaha pertanian padi menjadi penopang perekonomian rumah tangga bagi mitra. Mereka menggantungkan hidupnya pada hasil panen padi/gabah yang didapat dari areal persawahan. Anggotanya sebanyak 15 orang.

“Namun sayangnya, pendapatan mereka jauh di bawah UMR yaitu berkisar Rp1,5 juta per bulan,” katanya melalui keterangan pers, Senin (12/9).

Dia mengatakan, kondisi tersebut disebabkan beberapa faktor. Pertama, kondisi lahan yang memiliki PH rendah yang membuat petani kerap mengalami gagal panen. Selain itu, harga padi yang fluktuatif yang dipermainkan tengkulak membuat mereka merugi.

Lanjutnya, pengelolaan pasca panen belum pernah dilakukan karena tidak memiliki alat dan pengetahuan. Petani juga tidak memiliki sistem pelaporan keuangan dan pertanggungjawaban terhadap anggota dengan baik. Kelompok tani juga belum memahami teknik pemasaran yang baik untuk menghindari permainan harga tengkulak dan optimalisasi keuntungan.

“Mereka juga belum memiliki pengetahuan untuk mengemas beras hasil panen secara modern karena kurangnya pelatihan dan peralatan,” terangnya.

Atas dasar itulah, dirinya bersama peneliti Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan penelitian untuk memecahkan berbagai permasalahan tersebut. Nelly mengungkapkan, tim memberikan solusi atas permasalahan yang dialami Kelompok Tani Sumber Luhur. Diantaranya, memberikan pelatihan pemilihan benih padi varietas unggul yang ideal dengan kondisi lahan, Pelatihan Teknik Penanaman Padi Bibit Unggul, sosialisasi dan pelatihan teknik penanaman padi pada lahan pasang surut, revitalisasi dan pengapuran, memberikan pelatihan dalam merakit alat pengemasan beras dan perakitan alat pertanian.

“Kami juga mendesain logo usaha, label usaha, digital marketing dan kemitraan kepada petani,” bebernya.

Selanjutnya, memberikan pendampingan dan pelatihan pelaporan keuangan dan manajemen usaha. Pendampingan dalam mempelajari dan mencari informasi akses pemodalan. “Harapannya, petani dapat menjalankan usaha pertanian secara efektif dan optimal,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSumur Minyak Ilegal Marak, Muba Merugi Hingga Rp1,5 Triliun Pertahun
Next Article BSU Mulai Disalurkan, Berikut Cara Cek Pencairannya
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,957 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,826 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,799 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?