RELUNG.ID- Berbagai insiden yang melibatkan aktivitas PT Putra Perkasa Abadi (PPA) kembali menjadi sorotan.
Sejumlah persoalan, mulai dari insiden keselamatan kerja, konflik sosial hingga dugaan pelanggaran operasional, disebut bukanlah kejadian baru. Bahkan telah berlangsung sejak era kepemimpinan Christianto Setyo yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PPA.
Berdasarkan penelusuran, Christianto Setyo menjabat sebagai Presiden Direktur PPA diantara rentang waktu 2020-2023.
Di tangannya, PPA menjadi salah satu perusahaan kontraktor pertambangan terkemuka di Indonesia. Namun, periode kepemimpinannya juga tidak lepas dari berbagai sorotan.
Deputy K-MAKI Sumatera Selatan, Feri Kurniawan, menilai rangkaian kejadian yang terjadi di PPA belakangan ini menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam tata kelola perusahaan.
“Kalau kita tarik ke belakang, insiden-insiden di PPA ini bukan muncul tiba-tiba. Polanya sudah terlihat sejak kepemimpinan Christianto Setyo. Artinya, ada masalah struktural yang tidak pernah diselesaikan dengan serius,” kata Feri kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, beberapa insiden yang terjadi di lingkungan kerja PPA mencerminkan lemahnya penerapan standar keselamatan dan pengawasan internal.
Hal itu, kata dia, berpotensi membahayakan pekerja sekaligus merugikan masyarakat sekitar wilayah operasional tambang.
“Kami menerima berbagai laporan, baik terkait kecelakaan kerja, dampak lingkungan, hingga gesekan dengan warga. Ini menunjukkan bahwa prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berjalan optimal,” tegasnya.
Feri juga menyoroti minimnya transparansi manajemen PPA dalam merespons setiap insiden yang terjadi. Ia menilai, perusahaan kerap terkesan reaktif dan hanya bergerak ketika kasus sudah menjadi perhatian publik.
“Seharusnya setiap insiden dievaluasi secara terbuka dan menyeluruh, bukan ditutupi. Kalau dibiarkan berlarut, ini bisa menjadi preseden buruk bagi industri pertambangan di Sumsel,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah insiden yang terjadi di PT Putra Perkasa Abadi (PPA) tengah mendapat sorotan publik. Mulai dari melintasnya konvoi truk Heavy Duty (HD) di jalan umum menuju lokasi tambang PT Mustika Indah Permai (MIP).
Peristiwa yang terjadi akhir tahun lalu itu menimbulkan keresahan warga yang ada di sepanjang lokasi lantaran bobot kendaraan yang bisa menimbulkan kerusakan jalan.
Lalu, baru-baru ini, insiden tewasnya seorang pekerja di mess perusahaan. Karyawan setingkat manajer itu diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Hanya saja, sumber lain menyebutkan adanya indikasi kelelahan dalam bekerja yang dialami korban.[KBP]

