RELUNG.ID- Untuk mengendalikan penurunan kualitas air Sungai Enim yang dipicu oleh limbah industri, pertambangan, limbah domestik, dan kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, Bupati Muara Enim, Edison, membentuk Tim Penggiat Cinta Lingkungan Sungai Enim yang terdiri dari perusahaan-perusahaan pertambangan di wilayah setempat.
Pembentukan tim ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh Bupati, Wakil Bupati Sumarni, serta perwakilan seluruh perusahaan pertambangan di Kabupaten Muara Enim, Senin (11/8/2025) di Ruang Rapat Pangripta Nusantara Bappeda.
SK Bupati Muara Enim Nomor 365/KPTS/DLH/2025 diserahkan langsung kepada GM UPTE PTBA, Satria Wirawan, yang ditunjuk sebagai Ketua Tim.
Dalam sambutannya, Bupati Edison mengajak semua pihak menjaga kualitas air Sungai Enim dan memanfaatkan forum ini sebagai ajang bertukar ide dalam pengelolaan dan perlindungan air sungai. Ia juga meminta perusahaan berperan aktif bersama masyarakat dan menyinergikan program tim dengan visi-misi Pemkab Muara Enim.
Wakil Bupati Sumarni menyebut pembentukan tim ini adalah langkah awal yang positif. Ia menegaskan kegiatan ini harus diikuti kerja nyata, bukan sekadar seremoni, agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat.
Namun, pembentukan tim ini menuai catatan dari aktivis lingkungan. Koordinator Forum Gabungan Masyarakat Peduli Sungai Kabupaten Muara Enim, Adriansyah, mengapresiasi langkah Bupati namun menilai tim belum mewakili seluruh elemen masyarakat sepanjang aliran Sungai Enim, termasuk perusahaan tambang batuan dan kelompok masyarakat sipil yang fokus pada isu lingkungan.
“Fokus kami bukan pada siapa yang ditunjuk, tapi pada pertanggungjawaban Bupati atas keluhan masyarakat terkait keruhnya Sungai Enim. Tim harus punya tolak ukur yang jelas dan target yang terukur,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPP LSM Gema Sulih, Andi Candra, yang mempertanyakan minimnya keterlibatan pegiat lingkungan dan warga yang bersentuhan langsung dengan Sungai Enim. Meski begitu, ia tetap mengapresiasi langkah ini dan berharap program yang dijalankan benar-benar mampu memulihkan kondisi sungai.
“Intinya, semua peduli dan rindu sungai yang bersih dan asri seperti dahulu,” ujarnya.[NSR]

