RELUNG.ID – Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi melaporkan kerugiannya imbas penjualan mobil listrik mereka yaitu Xiaomi SU7.
Meski mobil ramah lingkungan ini telah dipesan sebanyak 27.307 unit di China, Xiaomi melaporkan kerugian yang dialami ini mencapai 252 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,88 triliun pada kuartal kedua tahun 2024.
Jika dihitung berdasarkan total kerugian dan jumlah kendaraan yang telah terjual, Xiaomi mengalami kerugian setidaknya 9.200 dolar AS atau setara dengan Rp141,7 juta per unit mobil yang diproduksi.
Walaupun mengalami kerugian, CEO Xiaomi, Lei Jun tetap fokus memproduksi dan menjual kendaraan listrik mereka hanya untuk pasar domestik.
Dikutip dari Carscoops, Lei Jun mengaku belum memiliki ambisi menjual kendaraan listriknya di luar Tiongkok dalam waktu dekat untuk fokus mengejar keuntungan.
“Kami akan pilih fokus pada pasar domestik untuk tiga tahun kedepan sebelum memasuki pasar global,” katanya.
Untuk diketahui, kerugian dampak penjualan mobil listrik ini tidak hanya dialami oleh Xiaomi. Beberapa produsen mobil listrik, seperti Rivian pun dilaporkan mengalami kerugian hingga mencapai Rp1,46 miliar dollar AS atau setara dengan Rp22,4 triliun pada kuartal II 2024.
Perusahaan asal Amerika itu memproduksi 9.162 unit kendaraan listrik dan mengalami kerugian Rp503,6 juta per unit periode tersebut.
Sementara perusahaan asal AS lainnya, Ford mengalami kerugian lebih besar untuk Ford Model e dengan kerugian 1,1 miliar atau sekitar Rp16,9 triliun dengan penjualan 23.957 unit. (AAL)

