RELUNG.ID– Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan rencana kenaikan anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Pemerintah pusat berkomitmen mengalokasikan dana APBN sebesar Rp 335 triliun guna memastikan seluruh warga negara, terutama anak-anak, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang layak.
Wakil Ketua DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), Nopianto, menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, daerah siap mendukung pelaksanaan program MBG meskipun secara teknis masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
“Pada prinsipnya daerah siap untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis ini. Walaupun saat pidato RAPBN, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa stakeholder utamanya adalah Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Nopianto, Kamis (21/8/2025).
Politisi Partai NasDem ini menjelaskan, pemerintah daerah sudah melakukan langkah antisipatif dengan menyisihkan dana dalam pos Belanja Tak Terduga (BTT).
“Anggaran pasti sudah kita saving di BTT. Jadi ketika ada kebutuhan mendukung program ini, kita siap,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nopianto mengungkapkan bahwa beberapa daerah di Sumsel sudah melaksanakan program serupa secara mandiri. Salah satunya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menjalankan program MBG melalui swadaya masyarakat.
“Artinya, ada yang berjalan mandiri dengan dukungan masyarakat, meski secara khusus masuk dalam struktur APBD untuk membiayai program makan bergizi gratis ini belum terpantau,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika nantinya pemerintah daerah diwajibkan ikut serta dalam pembiayaan melalui skema sharing APBD, maka harus menunggu petunjuk teknis dan regulasi dari pusat.
“Prinsipnya Sumsel siap. Kita tinggal menunggu juknisnya seperti apa. Tapi untuk mendukung program Presiden Prabowo ini, kita sudah menyiapkan diri, salah satunya dengan alokasi BTT. Kalau suatu saat diperlukan, kita bisa langsung jalankan,” pungkasnya.[DSK]

