RELUNG.ID – Korban ledakan amunisi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat kini bertambah.
Dari semula yakni 11 korban, kini dilaporkan menjadi 13 korban. Di mana, dua korban baru diketahui merupakan anggota TNI.
Saat ini rincian korban ledakan amunisi di Garut ini yaitu 4 anggota TNI dan 9 warga sipil.
Direktur RSUD Pameungpeuk, Lulu Fahrizah Balqis mengatakan, saat ini ada 13 jenazah yang berada di RUSD Pameungpeuk. 13 jenazah ini terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.
Para korban ini dievakuasi dari lokasi pemusnahan bom atau pemusnahan amunisi tidak layak pakai di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut pada Senin kemarin (12/5).
“Untuk kondisinya itu ada yang masih utuh dan ada juga yang terpecah-pecah. Semuanya sudah dimasukkan ke dalam kantong jenazah,” katanya.
Saat ini, pihak RSUD Pameungpeuk juga telah menerima 13 identitas korban serta bantuan dokter forensik dari satuan TNI di sana.
“Kalau untuk korban luka-luka kami belum mendapatkan laporannya. Jarak dari RS ke Cibalong itu sekitar 6 KM,” ujarnya.
Berdasarkan informasi, kegiatan pemusnahan amunisi militer ini merupakan kegiatan rutin dan telah dilakukan sebelumnya. Warga setempat juga telah mendapatkan imbauan untuk menjauh dari lokasi.
Bahkan, sebelum pemusnahan dilakukan, para warga juga telah diberitahukan untuk menjauh. Hanya saja, belum diketahui apakah seluruh warga sudah menjauh dari radius berbahaya atau belum.
“Saat ini lokasi kejadian sudah disterilkan oleh petugas dan tidak diperbolehkan diakses oleh warga maupun pihak yang tidak berkepentingan,” pungkasnya.
Berikut daftar lengkapnya:
Korban TNI
- Kolonel Antonius Hermawan
- Mayor Anda Rohanda
- Kopda Eri Dwi Priambodo
- Patu Aprio Setiawan
Korban sipil :
- Iyus Ibing
- Erus Setiawan
- Iyus (Cimerak)
- A Toto
- Endang
- Ipan
- Anwar
- Agus Jebrag
- Dadang (Karang Taruna). (vid)

