RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir hingga kekeringan.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, bersama perwakilan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Selasa (27/10/2026).
Ratu Dewa mengatakan, koordinasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan informasi iklim dan peringatan dini BMKG sebagai dasar dalam menyusun langkah antisipasi serta mitigasi bencana di Kota Palembang.
Menurutnya, informasi mengenai kondisi iklim dan potensi perubahan pola musim diperlukan agar pemerintah daerah dapat mempersiapkan langkah penanganan secara lebih terarah.
“Dengan koordinasi ini, Pemkot Palembang dapat mengoptimalkan pemanfaatan informasi dari BMKG sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan langkah antisipasi dan mitigasi bencana,” kata Ratu Dewa.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan BMKG juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk banjir dan cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat.
Selain memperkuat koordinasi antarlembaga, pemanfaatan informasi BMKG juga diharapkan mendukung penyampaian peringatan dini kepada masyarakat.
“Warga juga dapat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sesuai kondisi di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Keterlibatan berbagai OPD dinilai penting untuk memastikan upaya mitigasi berjalan secara terpadu. Setiap perangkat daerah diharapkan dapat memanfaatkan informasi iklim sesuai tugas dan kewenangannya, baik dalam pengelolaan infrastruktur, lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun kelancaran transportasi.
“Koordinasi ini merupakan upaya meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi sekaligus memperkuat langkah pencegahan untuk mengurangi dampak yang dapat ditimbulkan bagi masyarakat,” tutupnya. (LWM)

