Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Antrean Haji 26 Tahun Disorot, Menhaj Lempar Ide ‘War Tiket’
Indeks

Antrean Haji 26 Tahun Disorot, Menhaj Lempar Ide ‘War Tiket’

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda09/04/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dari kanan: Menhaj Gus Irfan, Wamehaj Dahnil Anzar, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, pada Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Haji Kemenhaj, 8 April 2026. Foto: Dok BPKH
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Panjangnya antrean haji di Indonesia kembali menjadi perhatian serius pemerintah. Di tengah daftar tunggu yang bisa mencapai puluhan tahun, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, melontarkan gagasan tak biasa yakni mengganti sistem antrean dengan mekanisme layaknya “war tiket”.

Wacana itu muncul dalam forum dalam Pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M, Rabu (8/4). Hadir dalam kesempatan itu antara lain Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, dan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang.

Menurut Gus Irfan, sistem antrean yang berlaku saat ini perlu dievaluasi, mengingat semakin tingginya jumlah pendaftar dan keterbatasan kuota haji setiap tahun.

Ia bahkan menyinggung pola lama sebelum hadirnya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), di mana masyarakat cukup membayar biaya haji pada periode tertentu untuk bisa berangkat tanpa harus menunggu lama.

“Jujur, ketika kita bicara tentang antrean, pemikiran kami di Kementerian Haji —terutama pemikiran dari Wamen saya yang sangat progresif itu —muncul apakah perlu antrean yang begitu lama, apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman-zaman sebelum ada BPKH?” ujar Gus Irfan dikutip dari akun Kemenhaj, Kamis (9/4).

Gagasan ini pada dasarnya ingin menggeser sistem dari berbasis antrean menjadi berbasis kecepatan dan kesiapan jamaah. Dalam skema “war tiket”, calon jamaah harus berebut slot keberangkatan yang jumlahnya terbatas—mirip pembelian tiket acara besar yang sering habis dalam waktu singkat.

Namun, wacana ini bukan tanpa tantangan. Sistem antrean selama ini dinilai lebih memberikan kepastian dan rasa keadilan, meski harus menunggu lama. Sementara sistem “war tiket” berpotensi menimbulkan persaingan ketat, bahkan kekhawatiran soal akses yang tidak merata.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi dilema yang tidak sederhana. Antusiasme masyarakat untuk berhaji terus meningkat, sementara kuota yang diberikan Arab Saudi tetap terbatas. Akibatnya, antrean di sejumlah daerah sempat menembus hingga 47 tahun, meski kini telah diseragamkan menjadi sekitar 26 tahun.

Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak disebut sebagai salah satu sosok yang mendorong pemikiran progresif terkait pembenahan sistem ini. Diskusi pun masih terus dibuka, termasuk melibatkan berbagai pihak seperti DPR dan pemangku kepentingan lainnya.[THQ]

Antre Haji Haji Menteri Haji
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDokter Tifa Soroti Pernyataan Jusuf Kalla soal Ijazah Jokowi, Singgung Pengalihan Isu
Next Article Doni Salmanan Bebas Bersyarat, Dapat Remisi Lebih dari Setahun
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,910 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,782 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,755 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?