RELUNG.ID – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tidak menyurutkan pelaksanaan Apel Akbar Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dalam rangka HUT ke-81 RI, Jumat (28/8/2026).
Apel yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, tersebut tetap berlangsung di tengah kondisi kualitas udara yang sedang tidak sehat.
Berdasarkan pantauan, kabut asap dari Karhutla ini telah terlihat sejak pagi hari. Dimana, berdasarkan data BPBD Sumsel kualitas udara menunjukkan kategori tidak sehat dengan PM2,5 mencapai 182.
Sejumlah pejabat negara dan ribuan peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mengikuti apel tanpa mengenakan masker.
Dalam kesempatan tersebut, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan organisasi Aslinmas nantinya diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi anggota Satlinmas, tetapi juga dapat mengambil peran dalam membantu berbagai persoalan kebencanaan di daerah.
Salah satu yang berpeluang menjadi fokus adalah penanganan karhutla.
“Ya, jadi nanti kita sekarang sudah ada TNI yang sudah berperan dengan Polri, di depan ada juga BNPB. Mungkin nanti Aslinmas bisa masuk membantu penanggulangan karhutla,” kata Maruli.
Menurutnya, Aslinmas dapat menjadi bagian dari kekuatan yang dikerahkan ketika terjadi karhutla, terutama melalui jejaring komunitas yang sudah berada di berbagai daerah.
Bahkan dirinya mengatakan pihaknya akan melihat kelompok-kelompok yang ada di daerah untuk kemudian dilibatkan dalam penanganan kebakaran, khususnya wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Ini sudah ada komunitas, saya akan data grup-grup yang di daerah mana yang akan segera kita libatkan di tempat karhutla yang sangat-sangat besar,” ujarnya.
Ia menilai momentum terjadinya karhutla di Sumsel justru dapat menjadi ruang bagi Aslinmas untuk menunjukkan perannya dalam membantu masyarakat.
“Justru di tengah ada kejadian ini, peluang untuk berperan,” katanya.
Ia mengakui karhutla bukan persoalan baru. Kebakaran lahan telah terjadi selama puluhan tahun dan membutuhkan penanganan lintas sektor.
Karena itu, ia menilai penanganan karhutla akan lebih efektif jika seluruh unsur memiliki koordinasi yang kuat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Polri hingga Aslinmas.
“Mudah-mudahan nanti ada kekompakan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, BNPB, BPBD, TNI, Polri, Aslinmas, mungkin akan jauh lebih efektif,” ujarnya.
Ia menyebut kondisi karhutla sebenarnya telah menunjukkan perkembangan dibandingkan masa sebelumnya. Namun, ancaman kebakaran tetap membutuhkan kesiapsiagaan karena pola musim kemarau dan kondisi lahan dapat memicu kebakaran kembali.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Sumsel mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pengukuhan DPP dan DPD Aslinmas se-Indonesia.
Menurut Deru, pembentukan organisasi tersebut diharapkan semakin memperkuat solidaritas Satlinmas sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan dan peran mereka di tengah masyarakat.
“Sumsel menjadi tuan rumah pengukuhan DPP, DPD Aslinmas se-Indonesia. Dengan adanya ini dapat menambah solidaritas Satlinmas dan begitu besar peran dan mendapatkan perhatian dari pemerintah,” tutupnya. (THQ)

