Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Badai PHK Terjang Singapura, Tapi Tingkat Pengangguran Tetap Rendah
Bisnis

Badai PHK Terjang Singapura, Tapi Tingkat Pengangguran Tetap Rendah

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda27/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi PHK. (Freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Singapura tengah menghadapi situasi ekonomi yang kontras. Di satu sisi, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melanda tujuh sektor utama sepanjang Januari–September 2025, mencatat total 19.800 pekerja kehilangan pekerjaan. Di sisi lain, tingkat pengangguran tetap stabil dan peluang kerja baru terus bertambah.

Data terbaru Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura menunjukkan dua sektor paling terpukul adalah properti serta informasi dan komunikasi, masing-masing dengan 4.400 dan 4.100 PHK. Sektor-sektor bernilai tinggi lainnya seperti layanan profesional, retail trade, wholesale trade, pendidikan, dan makanan-minuman mengalami dampak signifikan.

Namun ironi muncul saat melihat komposisi ketenagakerjaan. Sektor yang tumbuh justru berasal dari industri dengan gaji rendah yang banyak mempekerjakan buruh migran, seperti konstruksi dan pekerja domestik. Sementara sektor-sektor yang didominasi tenaga lokal dan ekspatriat terampil menyusut.

Meski pemerintah menyebut kebutuhan tenaga TI meningkat, data lapangan bercerita lain. Sektor informasi dan komunikasi mengalami pengurangan lebih dari 4.000 pekerja pada 2025, atau total 9.500 jika digabungkan dengan tahun sebelumnya. Bahkan sektor TI secara keseluruhan kehilangan hampir 10.000 tenaga kerja dalam dua tahun terakhir.

Fenomena ini diyakini terkait perubahan kebutuhan kompetensi. Permintaan terhadap keahlian baru seperti AI, data engineering, atau keamanan siber meningkat drastis, sementara keterampilan lama kehilangan relevansi dan mendorong PHK pada fungsi yang sudah tidak strategis.

Di sektor real estate, kebijakan pemerintah untuk menahan laju kenaikan harga properti turut memukul kebutuhan tenaga kerja, termasuk analis pasar dan tim pemasaran.

Laporan MTI memang tidak merinci status kewarganegaraan pekerja yang terdampak. Namun tren yang muncul cukup jelas: sektor-sektor dengan dominasi pekerja lokal mengalami kontraksi, sementara sektor berbiaya rendah yang mengandalkan tenaga kerja migran justru berkembang.

Paradoks ini memunculkan kekhawatiran mengenai struktur ekonomi Singapura. Di permukaan, ekonomi tetap kokoh, namun di dalamnya terjadi reposisi besar-besaran terhadap jenis pekerjaan.

Bertolak belakang dengan gelombang PHK, tingkat pengangguran nasional Singapura tercatat hanya 2 persen—salah satu yang terendah di dunia. Untuk penduduk lokal, angkanya tetap berada di bawah 3 persen.

MTI bahkan mencatat bahwa kuartal III 2025 mencatat lonjakan rekrutmen hampir 30.000 tenaga kerja baru, membuat total lowongan terisi mendekati 50.000 sepanjang tahun.

Pakar menilai bahwa tingginya mobilitas kerja dan cepatnya penyerapan tenaga profesional membuat dampak PHK tidak terlihat dalam angka pengangguran. Banyak pekerja teknologi yang terkena PHK justru berpindah ke industri lain seperti keuangan, logistik, dan layanan kesehatan.[THQ]

Pengangguran PHK Singapura
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMenkeu Akui Tak Ada Petugas Bea Cukai di Bandara Khusus IMIP, TNI Kerahkan Korpasgat untuk Pengamanan
Next Article Bahas RAPBD 2026, Pendapatan Daerah Prabumulih Ditarget Rp898 Miliar
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202612 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,870 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,743 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,716 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?