RELUNG.ID – Banjir yang merendam 16.169 Kepala Keluarga (KK), kerusakan fasilitas umum serta satu korban jiwa di Musi Rawas Utara (Muratara) mulai mengalami penurunan debit air di tiga kecamatan.
Ketiga kecamatan tersebut yakni Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo.
“Untuk sekarang di Tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo air sudah surut,” kata Kepala BPBD Muratara, Hasbi.
Meski ketiga kecamatan tersebut mulai surut, namun masih ada satu kecamatan yang harus waspada karena debit air masih terus mengalami kenaikan. Kecamatan tersebut yaitu Rawas Ilir
“Untuk Kecamatan Rawas Ilir masih terendam banjir, debit airnya masih terus naik, karena Kecamatan Rawas Ilir ada di hilir Sungai Rawas dan Sungai Rupit,” terangnya.
Dia menjelaskan, banjir yang terjadi beberapa waktu lalu merendam empat kecamatan dalam wilayah Kabupaten Muratara.
“Berdasarkan data Sabtu (9/5/2026) jumlah warga terdampak mencapai 16.169 rumah atau sekitar 57.373 jiwa. Data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Empat jembatan gantung dilaporkan putus, masing-masing di Desa Tanjung Beringin, Terusan, Sukamenang, dan Noman. Satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami rusak sedang.
“Bencana ini juga berdampak terhadap fasilitas pelayanan masyarakat. Sebanyak 5 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan 2 unit Polindes terendam banjir. Selain itu, 6 unit TK/PAUD, 7 unit SD/MI, 2 unit SMP/MTS, dan 2 unit SMA/SMK ikut terdampak,” jelasnya.
Bahkan lajutnya, tempat ibadah juga tak luput dari terjangan banjir. Dimana satu unit mushola dilaporkan hanyut, empat mushola terendam, serta lima masjid ikut terdampak banjir.
“Dalam kejadian tersebut, satu orang anak dilaporkan meninggal dunia, yakni Shanum Aqila Fitri (3),” tutupnya. (LTM)

