RELUNG.ID- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) terus mengebut penyaluran bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) di wilayahnya.
Hingga awal Agustus 2025, proses distribusi hampir rampung, termasuk untuk wilayah Palembang yang telah mencapai 98 persen.
Plt Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Rasiwan, mengatakan bahwa khusus di Kota Palembang, sebanyak 68.876 penerima manfaat telah memperoleh bantuan beras.
“Untuk di Palembang sudah 98 persen penyaluran bantuan. Tinggal sebagian kecil, seperti di Kelurahan Keramasan, yang sedang dalam proses dan kami targetkan selesai minggu ini,” ujar Rasiwan, Selasa (5/8/2025).
Setiap penerima bantuan mendapatkan jatah 20 kilogram beras sebagai bagian dari program stabilisasi harga dan ketahanan pangan masyarakat. Total alokasi bantuan untuk Palembang mencapai 1.377 ton beras.
Rasiwan menegaskan bahwa beras bantuan ini tidak boleh diperjualbelikan.
“Beras yang disalurkan harus dikonsumsi langsung oleh penerima, tidak boleh dijual ke pasaran,” katanya.
Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung secara keseluruhan, penyaluran juga sudah mencapai 95,26 persen dari total alokasi 11 ribu ton beras kepada 505.094 penerima manfaat.
Lalu, apakah penyaluran besar-besaran ini akan berdampak pada harga beras di pasaran?
Menurut Rasiwan, penambahan pasokan dari program bantuan beras ini diyakini akan membantu menekan harga yang selama beberapa bulan terakhir cenderung naik.
“Sejalan dengan hukum pasar, kalau pasokan melimpah, harga beras di pasaran diharapkan bisa turun atau minimal stabil setelah penyaluran bantuan selesai,” jelasnya.[CKM]

