RELUNG.ID – Rekayasa lalu lintas yang diterapkan pihak kepolisian di kawasan simpang menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menuai keluhan dari masyarakat.
Kebijakan tersebut dinilai menyebabkan kemacetan parah hingga mengganggu aktivitas calon penumpang pesawat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan terlihat mengular di sepanjang Jalan Gubernur H. Asnawi Mangku Alam.
Sejumlah kendaraan bahkan dilaporkan terjebak tanpa bisa bergerak selama lebih dari satu jam.
Salah satu pengguna jalan, Aliyah, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Ia menyebut kemacetan yang terjadi tidak hanya panjang, tetapi juga sempat terkunci total, sehingga memperlambat perjalanan menuju bandara.
“Akibat keterlambatan tersebut, saya terpaksa batal terbang akibat tidak dapat tiba tepat waktu di bandara,” katanya.
Sementara itu, Warga Tanjung Api-api, Eko mengaku, kondisi kemacetan ini telah berlangsung selama hampir tiga hari berturut-turut. Hingga Sabtu pagi, masih terlihat adanya gangguan lalu lintas di jalur utama menuju bandara.
“Saya juga terpaksa menginap tempat keluarga karena kalau pulang macet,” terangnya.
Dia berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas yang diterapkan. “Jangan sampai kemacetan ini merugikan masyarakat apalagi pengguna transportasi udara,” tutupnya. (YSF)

