RELUNG.ID – Memasuki penghujung musim hujan 2026, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih belum merata. Dari 12 daerah yang dipetakan rawan karhutla, baru lima kabupaten yang menetapkan status siaga.
Kondisi ini menjadi sorotan setelah jumlah titik panas (hotspot) di Sumsel meningkat tajam sepanjang Mei 2026. Berdasarkan data pemantauan, tercatat 256 hotspot pada periode 1-24 Mei, naik signifikan dibanding April yang hanya 150 titik.
Hingga 25 Mei 2026, daerah yang telah menetapkan status siaga karhutla yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Muara Enim.
Sementara tujuh daerah lain yang masuk kategori rawan karhutla justru belum menaikkan status siaga. Wilayah tersebut meliputi Musi Rawas, Musi Rawas Utara (Muratara), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penetapan status siaga sangat penting untuk mempercepat langkah antisipasi sebelum musim kemarau mencapai puncaknya.
“Penetapan siaga ini penting agar daerah memiliki kesiapan lebih awal dalam menghadapi potensi karhutla. Dengan status siaga, mobilisasi personel, peralatan, hingga dukungan anggaran bisa dilakukan lebih cepat,” ujar Sudirman, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, BPBD Sumsel telah meminta seluruh daerah rawan segera mengambil langkah serupa. Imbauan itu juga telah disampaikan langsung kepada BPBD kabupaten/kota yang masuk zona rawan.
Ia menilai sebagian daerah kemungkinan masih menunda penetapan status siaga karena curah hujan masih terjadi di beberapa wilayah. Padahal, berdasarkan prediksi BMKG, seluruh wilayah Sumsel diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada akhir Mei dengan puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
“Walaupun masih ada hujan, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini. Karhutla merupakan bencana tahunan yang perlu diantisipasi lebih awal,” katanya.
Sudirman juga mengungkapkan bahwa arahan percepatan status siaga sebelumnya telah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan saat apel kesiapsiagaan nasional karhutla di Sumsel beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, tanda-tanda awal karhutla mulai terlihat di sejumlah wilayah. Berdasarkan laporan harian BPBD, Muratara menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar sejauh ini, mencapai 53,2 hektare. Disusul Musi Banyuasin seluas 9,2 hektare dan Lahat sekitar 6 hektare.[THQ]

