RELUNG.ID – Kasus kebakaran di Kota Palembang menunjukkan tren peningkatan sepanjang 2026.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palembang mencatat total 362 kejadian kebakaran hingga saat ini.
Angka kasus tersebut meningkat sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 277 kasus.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada kebakaran rumah dan kebakaran lahan. Kebakaran rumah tercatat naik dari 92 kasus pada 2025 menjadi 122 kasus pada 2026. Sementara kebakaran lahan melonjak drastis dari 13 kasus menjadi 59 kejadian.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, Rika Trisna, mengatakan sebagian besar kebakaran diduga dipicu oleh gangguan instalasi listrik atau korsleting.
“Faktor yang paling banyak kami temukan masih didominasi masalah kelistrikan. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat penggunaan peralatan elektronik di rumah,” ujarnya saat dihubungi RELUNG.ID, Jumat (31/7/2026).
Selain kebakaran rumah dan lahan, Damkarmat juga mencatat tiga kebakaran gedung, enam kebakaran gudang, 24 kebakaran kendaraan, 58 kebakaran instalasi kelistrikan, serta 90 kejadian kebakaran kategori lainnya sepanjang tahun ini.
Menurut Rika, sejumlah wilayah masih menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi, yakni Kecamatan Sematang Borang, Alang-Alang Lebar, Gandus, dan Sukarami.
Menurutnya faktor kepadatan permukiman, kondisi lingkungan, serta aktivitas masyarakat menjadi perhatian dalam upaya mitigasi.
Memasuki puncak musim kemarau, Damkarmat memastikan seluruh personel dan armada disiagakan selama 24 jam penuh. Sebanyak delapan pos pemadam disebar di berbagai titik strategis agar waktu respons dapat ditekan.
“Kami berupaya agar paling lambat 15 menit setelah laporan diterima, petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal,” katanya.
Di sisi lain, Rika mengingatkan bahwa pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif untuk menekan angka kebakaran. Masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik dan menggunakan komponen berstandar SNI guna mengurangi risiko korsleting.
Ia juga mengimbau warga untuk mencabut steker listrik yang tidak digunakan, memadamkan lilin setelah dipakai, menghindari penumpukan colokan listrik, serta menyimpan bahan bakar di tempat yang aman.
Untuk mengantisipasi dampak kebakaran, masyarakat juga disarankan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR), memahami teknik pemadaman dasar, menentukan jalur evakuasi alternatif, serta menyepakati titik kumpul bersama keluarga apabila terjadi keadaan darurat.
Selain itu, warga diminta menjaga lingkungan dengan membersihkan ranting maupun sampah kering yang mudah terbakar dan tidak merokok di area yang memiliki risiko tinggi terhadap kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menghubungi layanan darurat 112 apabila menemukan kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Karena laporan yang cepat akan sangat membantu petugas dalam mencegah api meluas dan meminimalkan kerugian,” tutupnya. (THQ)

