RELUNG.ID – Laga pamungkas Sumsel United menghadapi Persekat Tegal dipastikan mengalami perubahan lokasi. Keputusan ini bukan semata teknis pertandingan, melainkan imbas dari padatnya agenda besar di kawasan olahraga Jakabaring yang berpotensi memicu kerawanan keamanan.
Semula, pertandingan dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring pada 2 Mei 2026. Namun, venue resmi dipindahkan ke Stadion Bumi Sriwijaya setelah adanya rekomendasi aparat kepolisian.
Ketua Local Organizing Committee (LOC) Sumsel United, Muhammad Fathony, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menghindari penumpukan massa dalam satu kawasan. Pada waktu yang bersamaan, kawasan Jakabaring Sport City akan menjadi pusat beberapa kegiatan besar yang diperkirakan menyedot ribuan pengunjung.
“Pertimbangan utamanya adalah keamanan. Ada beberapa event besar dalam waktu bersamaan di Jakabaring,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Salah satu faktor pemicu perubahan venue adalah tingginya animo masyarakat terhadap konser musik yang semula direncanakan di Stadion Bumi Sriwijaya. Penampilan band Ungu diperkirakan menarik lebih dari 15.000 penonton, jauh melampaui kapasitas stadion yang hanya sekitar 6.000 orang. Akhirnya, konser tersebut dipindahkan ke kawasan Jakabaring.
Di sisi lain, kawasan yang sama juga akan menggelar konser NDX A.K.A pada malam hari, yang diprediksi kembali menyedot kerumunan besar. Situasi ini dinilai berisiko jika pertandingan sepak bola tetap dipaksakan berlangsung di lokasi yang sama.
Meski berpindah venue, kesiapan Stadion Bumi Sriwijaya telah dipastikan. Operator kompetisi, I-League, sebelumnya telah melakukan verifikasi terhadap kondisi stadion—mulai dari kualitas rumput hingga pencahayaan—dan menyatakan layak digunakan.
Selain itu, aspek keamanan juga telah melalui penilaian dari Polda Sumsel. Hasil assessment menunjukkan stadion tersebut memenuhi standar dengan nilai 84, sehingga pertandingan tetap dapat digelar dengan kehadiran penonton.[THQ]

