RELUNG.ID – Kisah pilu dialami YTT (30), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung. Setelah tiga tahun menghilang tanpa kabar, perempuan tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Korban diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh pria berinisial TH yang mengaku sebagai kekasihnya.
Selama tiga tahun terakhir, keluarga tidak mengetahui keberadaan YTT. Mereka hanya mendapat informasi bahwa korban bekerja di wilayah Jakarta. Namun, kenyataannya jauh berbeda dari yang dibayangkan.
Adik korban, Syahrul Ulum (26), mengatakan kakaknya mulai menjalin hubungan dengan seorang pria yang dikenalnya saat menghadiri konser musik di Tritan Point pada 2023. Pria tersebut bahkan sempat diperkenalkan kepada keluarga.
“Pernah dibawa ke rumah dan dikenalkan ke keluarga. Setelah itu tidak pernah datang lagi dan langsung kehilangan kontak,” kata Syahrul, Selasa (16/6/2026).
Keberadaan korban baru terungkap setelah keluarga menerima telepon dari seseorang yang mengabarkan bahwa YTT sedang dirawat di RSHS Bandung pada 10 Juni 2026. Saat tiba di rumah sakit, keluarga dibuat syok melihat kondisi korban yang sangat memprihatinkan.
Wajah korban mengalami kerusakan parah, kedua matanya mengalami gangguan serius, dan terdapat luka di sejumlah bagian tubuh. Menurut keluarga, korban diduga mengalami kekerasan fisik dalam jangka waktu yang lama.
Berdasarkan pengakuan korban kepada ayahnya, selama ini dirinya kerap mendapatkan perlakuan kasar dari terduga pelaku. Korban mengaku pernah dipukul menggunakan helm, diserang dengan senjata tajam, hingga mengalami luka bakar akibat rokok.
“Di kaki ada bekas bacokan, di lengan ada bekas luka bakar rokok, dan di kepala ada bekas sayatan,” ungkap Syahrul.
Keluarga juga menduga selama ini korban tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan siapa pun. Bahkan, selama tiga tahun terakhir, korban disebut tidak memiliki akses untuk menggunakan telepon genggam.
Akibat dugaan penganiayaan tersebut, kondisi kesehatan korban mengalami penurunan drastis. Kedua matanya mengalami kerusakan hingga diduga menyebabkan kebutaan permanen. Selain itu, struktur wajah korban juga mengalami kerusakan berat.
“Mata kanan sudah infeksi, mata kiri mengecil. Wajahnya juga rusak cukup parah,” ujarnya.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung. Tim dokter telah melakukan operasi pada bagian kepala serta membersihkan luka dan infeksi yang dialami korban.
Meski kondisinya mulai membaik, kemampuan berbicara korban masih belum pulih sepenuhnya akibat luka yang dideritanya.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat dengan nomor laporan LP/B/1145/VI/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT pada 12 Juni 2026.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi menduga korban mengalami penganiayaan berat yang dilakukan oleh pria berinisial TH selama kurun waktu tiga tahun terakhir.
“Korban sebelumnya tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun. Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan menggunakan tangan, benda tumpul, maupun senjata tajam,” kata Hendra.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka berat berupa gangguan penglihatan, kesulitan berbicara, tidak dapat berjalan normal, serta mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp52 juta.
Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memburu keberadaan terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.[YKP]

