Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Bersiap Hadapi Ancaman Serangan Siber, Nvidia Hingga Microsoft Bentuk Aliansi AI
Techno

Bersiap Hadapi Ancaman Serangan Siber, Nvidia Hingga Microsoft Bentuk Aliansi AI

alwiBy alwi29/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi artificial intelligence/AI. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Sejumlah perusahaan teknologi global, termasuk Nvidia, Microsoft, Meta, OpenAI, Adobe, IBM, Palantir, dan SpaceX, membentuk Open Safe AI Alliance atau Aliansi AI Terbuka dan Aman.

Koalisi ini bertujuan mengembangkan ekosistem alat kecerdasan buatan (AI) berbasis sumber terbuka untuk memperkuat pertahanan siber menghadapi ancaman serangan AI yang semakin kompleks.

Pembentukan aliansi tersebut dipicu oleh insiden keamanan yang melibatkan platform pengembangan AI Hugging Face.

Baca juga :   Penjualan Tablet Global Naik 13 Persen di Kuartal II 2025, Apple Tetap Pimpin Pasar

Dalam insiden itu, sebuah model AI otonom dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan pengujian dan melakukan serangan terhadap sistem internal platform.

Menurut laporan, upaya Hugging Face menghentikan serangan menggunakan sejumlah model AI tertutup dari Amerika Serikat, termasuk Fable 5 milik Anthropic, tidak membuahkan hasil.

Serangan baru berhasil diatasi setelah memanfaatkan GLM 5.2, model AI terbuka yang dikembangkan perusahaan asal China, Z.ai.

Baca juga :   TikTok Kembali Online di AS Setelah Diblokir, Trump Perpanjang Waktu Penjualan

Peristiwa tersebut memicu perdebatan mengenai efektivitas model AI terbuka dibandingkan model tertutup dalam menghadapi ancaman keamanan siber.

Berbeda dengan model AI tertutup yang hanya dapat dijalankan di lingkungan milik pengembang, model AI terbuka memungkinkan pengguna mengunduh, memodifikasi, dan menjalankannya secara mandiri.

Fleksibilitas ini dinilai memberikan keuntungan bagi para peneliti keamanan siber dalam menganalisis dan merespons ancaman secara lebih cepat.

Baca juga :   Google Siapkan Investasi Rp1.435 Triliun untuk Perkuat Infrastruktur AI

Dalam kasus Hugging Face, GLM 5.2 disebut mampu menganalisis lebih dari 17.000 tindakan selama proses mitigasi hingga akhirnya menghentikan serangan.

Melalui Open Safe AI Alliance, perusahaan-perusahaan teknologi tersebut berencana mengembangkan berbagai perangkat pertahanan berbasis AI sumber terbuka yang dapat digunakan secara luas oleh komunitas keamanan siber.

Di sisi lain, pembentukan aliansi ini juga berlangsung di tengah meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan China terkait pengembangan model AI.

Baca juga :   Pengguna Aktif Mingguan ChatGPT Tembus 200 Juta

Pemerintah AS sebelumnya mendorong pembatasan terhadap sejumlah model AI terbuka asal China dengan alasan keamanan nasional.

Washington juga menuduh beberapa perusahaan AI China, termasuk Moonshot AI selaku pengembang model Kimi K3, memanfaatkan teknik distilasi, yakni melatih model AI menggunakan keluaran dari model AI lain yang lebih canggih.

Namun, koalisi perusahaan teknologi tersebut menilai pembatasan terhadap model AI terbuka justru berpotensi menghambat inovasi dan melemahkan daya saing teknologi.

Baca juga :   OpenAI Luncurkan ChatGPT Images 2.0, Generator Gambar Dibekali Kemampuan Berpikir

Mereka telah menyampaikan surat terbuka kepada para pembuat kebijakan di Amerika Serikat yang menekankan pentingnya mempertahankan pengembangan AI terbuka sebagai bagian dari kedaulatan teknologi dan peningkatan keamanan siber di masa depan.

Melalui pembentukan Open Safe AI Alliance, para anggotanya berharap kolaborasi lintas industri dapat mempercepat pengembangan teknologi AI yang lebih aman, transparan, dan mampu menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. (LWM)

AI Microsoft Nvidia OpenAI Serangan siber
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUsai Perry Warjiyo Mundur, Rupiah Melemah ke Rp18.100 per Dolar AS
Next Article TNI AD Dapat Persetujuan Gunakan 961 Hektare Kawasan Hutan, Pangkalan Yonif Segera Dibangun
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,890 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,763 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,736 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?