Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan industri hujau. Hal ini guna memprioritaskan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya yang berkelanjutan.
Demikian terungkap dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan Executive Vice President (EVP) of European Commisioner for Trade, Valdis Dombrovskis dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia di Bali beberapa waktu lalu.
Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya tengah mengakselerasi ekonomi berbasis industri hijau melalui efisiensi sumber daya alam dan penerapan ekonomi sirkular, penggunaan energi baru dan terbarukan seperti biofuel, biomassa, dan Refuse Derived Fuel (RDF).
“Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, dan kita semua bisa menjadi bagian dari transformasi tersebut,” katanya usai mendampingi Menko Perekonomian.
Selain itu, Indonesia juga berupaya mempercepat industrialisasi kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan atau Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), serta melakukan pengembangan teknologi penyerapan karbon, pengembangan industri berbasis energi bersih termasuk pembangunan kawasan industri hijau terbesar di dunia dengan memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
“Kami harap kedua pihak dapat mendorong percepatan penyelesaian Perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), mengurangi hambatan perdagangan non tarif, serta meningkatkan kerja sama dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa,” ujarnya.
Saat ini, dia mengaku terjadi peningkatan nilai perdagangan Indonesia dan Uni Eropa. Pihaknya tentu akan terus mendorong peningkatan akses pasar sektor industri Indonesia dan identifikasi produk unggulan. Adapun total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa pada tahun 2021 mencapai USD34,7 miliar atau meningkat 22 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar USD28,5 miliar.
