Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Ekspor Madu Muara Enim ke Singapura Melonjak, Tembus 1,5 Ton

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»The Los Alamos Club: Strategi China Majukan Negaranya
Lifestyle

The Los Alamos Club: Strategi China Majukan Negaranya

alwiBy alwi24/09/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Strider Technologies, Perusahaan keamaan dan intelijen yang berlokasi di Salt Lake City Amerika Serikat (AS) merilis sebuah laporan setebal 32 halaman. Laporan tersebut yaitu The Los Alamos Club yang menyebutkan strategi China dalam memajukan negaranya.

Dalam laporan tersebut, China selama tiga dekade lalu telah mengirim akademisi, serta para penelitinya ke luar negeri untuk memperdalam keahlian mereka. Ketika keahlian mereka sudah berkembang, pemerintah kembali merekrut ilmuwan tersebut untuk memajukan teknologi militer negaranya.

Dilansir dari Ani News pada Jumat kemarin (23/9), sejauh ini ratusan ilmuwan China sedang melakukan pengembangan teknologi militer dan penggunaan ganda utama di berbagai bidang seperti hipersonik, hulu ledak penembus bumi, kendaraan otonom tak berawak (UAV), mesin jet, serta pengurangan kebisingan kapal selam.

Strategi yang disebut sebagai Strategy Talent Superpower ini telah dirancang sejak 1980-an lalu yang berusaha untuk memanfaatkan individu-individu tersebut demi keuntungan pemerintah, laporan itu menyoroti sekitar 160 peneliti saat ini telah kembali ke China untuk membantu program senjata nuklir dan senjata canggih di negaranya.

“Antara 1987 dan 2021, setidaknya 162 ilmuwan yang pernah bekerja di Laboratorium Los Alamos, (kemudian mereka) kembali ke China untuk mendukung berbagai program penelitian dan pengembangan (R&D) dalam negeri. Lima belas ilmuwan itu bekerja sebagai staf tetap di Los Alamos,” lapor think tank tersebut.

Salah satu alumni penting dari Los Alamos adalah Dr Chen Shiyi, ahli dinamika fluida dan turbulensi yang terkenal di dunia. Ia telah kembali ke China, dan menjabat sebagai presiden di Universitas Sains dan Teknologi Selatan (SUSTech), di mana ia unggul dalam merekrut ilmuwan yang memiliki hubungan dengan Los Alamos.

Setidaknya salah satu dari lima belas anggota staf Los Alamos asal China, mereka memegang “Q Clearance” Departemen Energi AS (DOE) yang memungkinkan akses ke dalam Data Terlarang Rahasia dan Informasi Keamanan Nasional. Atas hal tersebut, kekhawatiran dari Washington mulai muncul, tidak hanya karena kontra intelijen dan risiko pencurian kekayaan intelektual (IP), akan tetapi juga karena program yang kerap kali dilakukan oleh ilmuwan China di AS ini telah menggunakan dana pajak AS untuk penelitiannya, yang ternyata hal tersebut dilakukan untuk memajukan pembangunan ekonomi China serta modernisasi militernya.

Kini pemerintah AS mulai mengambil langkah-langkah untuk memitigasi risiko yang ditimbulkan dari Strategi Talent Superpower China. Kasus Los Alamos ini telah menunjukkan bagaimana kemajuan pesat China dalam mengembangkan teknologi militernya, yang dibantu oleh individu-individu yang berpartisipasi dalam penelitian sensitif yang didanai pemerintah AS.

Laporan itu juga mengimbau negara-negara lain untuk mengamankan keamanan nasionalnya serta bekerja sama dalam melindungi pusat inovasi penelitan dan bersaing dengan China, untuk mempertahankan, serta melindungi talentanya yang terkemuka.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBertemu Perwakilan Uni Eropa: Indonesia Dorong Pengembangan Industri Hijau
Next Article Gudang Minyak Meledak, Pemilik Mobil Tangki BBM Diringkus
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,940 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,809 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,783 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?