RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan yang akan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan pada puncak musim kemarau 2026. Masyarakat diminta mulai menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Sumsel, Wandayantolis, mengatakan wilayah timur dan tengah Sumsel diperkirakan menjadi daerah yang paling merasakan dampak kemarau tahun ini. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Menurutnya, daerah yang berpotensi mengalami tingkat kekeringan tinggi di wilayah timur meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, hingga Musi Banyuasin (Muba).
Sementara itu, wilayah tengah Sumsel yang diprediksi terdampak cukup signifikan mencakup Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU).
“Wilayah-wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini terhadap dampak musim kemarau, terutama terkait berkurangnya ketersediaan air bersih akibat menyusutnya bahkan mengeringnya sejumlah sumber mata air,” kata Wandayantolis, Sabtu (20/6/2026).
Selain ancaman krisis air, BMKG juga mengingatkan potensi meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran di kawasan permukiman yang biasanya meningkat saat kondisi cuaca sangat kering.
Wandayantolis menjelaskan, berdasarkan prediksi klimatologi, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2023. Namun kondisi tersebut masih belum se-ekstrem kemarau panjang yang terjadi pada 2015 lalu.
“Kondisi kemarau tahun ini diperkirakan tidak sekering tahun 2015, tetapi lebih kering dibandingkan 2023. Karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal,” ujarnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat upaya mitigasi, mulai dari pengelolaan sumber air bersih, pencegahan pembakaran lahan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau mencapai puncaknya.[THQ]

