Apriyadi, yang juga merupakan kandidat Doktor Universitas Sriwijaya, menambahkan bahwa dalam disertasinya, ia menawarkan model baru kebijakan penanggulangan kemiskinan dan tata kelola data di Kabupaten Musi Banyuasin.
Menurutnya, persoalan tata kelola data menjadi hal yang penting dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Data ini sangat penting, oleh sebab itu persoalan data inilah yang harus pertama kali dibenahi,” ucapnya.
Apriyadi berharap, BRIN dapat bersama-sama Pemkab Muba untuk lebih memasifkan pengentasan kemiskinan di Muba.
“Semoga semangat gotong royong dan kerjasama ini dapat lebih memaksimalkan pengentasan kemiskinan di Muba,” tandasnya.
1 2

