RELUNG.ID – Pola atau model penanganan dan pengentasan kemiskinan di Muba dinilai sangat masif dua tahun terakhir.
Hal ini menjadi sorotan Badan Riset dan Inovasi (BRIN) untuk penanganan kemiskinan.
Karena itu, Tim Penanganan Kemiskinan melakukan kunjungan kerja ke Muba untuk mempelajari penanganan kemiskinan di Muba.
“Kami berharap model pengentasan kemiskinan di Muba ini bisa menjadi bagian acuan dari daerah lainnya di Indonesia,” ungkap Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ahli Utama Direktorat Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Malikus Zahar.
Malikus Zahar menjelaskan bahwa BRIN tertarik mempelajari model pengentasan kemiskinan di Muba yang digagas oleh Sekda Apriyadi, yang saat itu masih menjabat sebagai Pj Bupati Muba. Menurutnya, model ini dinilai inovatif dan efektif dalam menurunkan angka kemiskinan di Muba.
“Dalam kaitan ini kami ingin agar bisa bersinergi dengan Pemkab Muba dalam upaya pengentasan kemiskinan terutama dari sisi pemberdayaan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Sekda Muba Apriyadi Mahmud menyambut baik kunjungan BRIN dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Muba.
Ia menjelaskan bahwa Pemkab Muba telah melakukan berbagai upaya masif untuk menurunkan angka kemiskinan, salah satunya melalui program BANTU UMAK dari Dinas Sosial Muba.

