RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan pola cuaca yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah.
Bupati Muratara Devi Suhartoni mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama warga yang tinggal di kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.
Devi mengatakan, meski musim kemarau masih berlangsung, kondisi cuaca saat ini mulai memasuki pola kering dan basah. Hujan juga berpotensi turun di sejumlah wilayah Muratara.
“Untuk masyarakat Muratara semua, saat ini musim kemarau masih akan berlangsung, yaitu kering dan basah. Insya Allah tidak kering sekali seperti bulan-bulan sebelumnya,” kata Devi, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, perubahan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian masyarakat, khususnya petani yang akan memasuki masa tanam padi.
Ia menyarankan petani untuk memperhitungkan waktu tanam berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing. Untuk daerah yang relatif aman dari genangan, penanaman padi dapat dilakukan pada Oktober hingga Desember.
Sementara itu, masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir seperti Pauh, Bukit Langkap, Macang dan Karang Jaya diminta lebih berhati-hati dalam menentukan waktu tanam.
Devi memprediksi potensi banjir pada musim penghujan mendatang perlu diantisipasi sejak sekarang. Terlebih, sejumlah aliran sungai dinilai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
“Kita persiapan jika banjir di bulan 12, 1, 2, dan bulan 3. Kemungkinan bulan 4. Banjir akan memang lebih tinggi dari sebelumnya karena sungai kita sedimentasi lumpur penambangan emas ilegal (PETI) terus merusak aliran sungai dan air,” jelasnya.
Untuk menghadapi kemungkinan bencana tersebut, Pemkab Muratara telah menyiapkan sejumlah perlengkapan penanggulangan banjir. Di antaranya perahu dan ketek yang ditempatkan di desa-desa sebagai sarana evakuasi apabila terjadi banjir.
Pemkab Muratara juga menyiapkan tenda darurat serta dapur umum yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat apabila harus mengungsi.
Devi turut mengingatkan masyarakat agar mulai mengantisipasi kebutuhan pangan rumah tangga. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan yang lebih tinggi untuk menanam tanaman seperti cabai menggunakan polibag.
“Khusus untuk yang tenggelam jalannya seperti Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir yang selalu parah, kita lakukan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak menunggu banjir datang untuk melakukan persiapan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami pola musim di wilayah tersebut dan mengambil langkah antisipasi secara bersama-sama.
“Semua masyarakat sudah tahu kapan kemarau dan kapan banjir. Hendaknya mempersiapkan diri daripada saling menyalahkan nantinya,” katanya.
Pemkab Muratara juga berencana menggelar rapat bersama TNI dan Polri untuk mematangkan langkah penanganan apabila banjir terjadi.
“Nanti pihaknya akan mengadakan rapat dengan TNI/Polri. Persiapan ketika terjadi banjir. Yang jelas banjir pasti ada, ini adalah musiman,” pungkasnya.
Di sisi lain, Devi mengapresiasi peran kepala desa dan masyarakat yang selama ini turut mengingatkan serta menjaga wilayah masing-masing.
Ia mengatakan, meski Muratara menghadapi musim kemarau panjang pada 2026, penanganan kebakaran lahan masih dapat dikendalikan melalui sinergi pemerintah, TNI, Polri dan BPBD.
“Meskipun musim kemarau panjang, namun titik api berkurang. Walaupun begitu masyarakat harus tetap waspada dan menjaga wilayah masing-masing serta jangan sampai ada yang membakar lahan,” tutupnya. (LTM)

