RELUNG.ID- Ulama kharismatik Buya Yahya resmi menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Ia mengikuti prosesi wisuda bersama ribuan wisudawan lainnya dalam Upacara Wisuda ke-92 Unissula yang digelar di Auditorium Unissula, Semarang, pada Sabtu (15/3/2025).
Ditemui usai diwisuda, Buya Yahya mengungkapkan bahwa keputusannya untuk menempuh pendidikan di bidang psikologi didorong oleh keinginannya untuk lebih memahami kondisi masyarakat dan memperkuat dakwahnya dengan pendekatan yang lebih luas.
“Ilmu psikologi sangat dibutuhkan saat ini untuk membantu saudara-saudara kita. Banyak permasalahan ternyata tidak cukup diselesaikan hanya dengan hukum-hukum agama, tetapi juga harus dilihat dari sisi psikologis,” ujar Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah tersebut.
Buya Yahya yang sebelumnya telah meraih gelar profesor kehormatan dari Unissula menegaskan pentingnya keterpaduan antara ilmu agama dan ilmu umum. Ia menekankan bahwa seorang ahli agama sebaiknya memiliki wawasan luas agar lebih bijak dalam memberikan fatwa atau nasihat.
“Seorang faqih (ahli agama) tidak akan matang tanpa memahami ilmu lain seperti psikologi. Karena sebelum memberikan fatwa, kita harus mengetahui kondisi seseorang, baik dari segi ekonomi, psikologi, maupun faktor lainnya,” tambahnya.
Sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pendidikan, Buya Yahya terus berupaya mengembangkan lembaga pendidikan berbasis keislaman. Pada 2022, ia meresmikan SMP Islam Qurani (SMPIQu) Al-Bahjah Bogor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sekolah tersebut mengusung visi mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak Qur’ani. Kurikulum yang diterapkan menggabungkan kurikulum nasional dengan tahfidzul Quran serta pendidikan diniyah. Dengan konsep “boarding school”, sekolah ini mengharuskan seluruh santrinya tinggal di asrama guna memperkuat pendidikan karakter dan spiritual.
Ketua Yayasan Al-Bahjah Bogor, drh Kukuh Galih Waskita, mengungkapkan bahwa konsep pendidikan yang dikembangkan Buya Yahya berfokus pada sinergi antara ilmu agama dan ilmu umum.
“Beliau selalu menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membentuk akhlak mulia. Prinsip ini diterapkan dalam seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Al-Bahjah,” katanya.
Buya Yahya berharap semangat belajar yang ia tunjukkan dapat menginspirasi banyak orang untuk terus menuntut ilmu, terlepas dari usia dan latar belakang pendidikan mereka.
“Mari kita jadikan belajar sebagai bagian dari ibadah. Karena dengan ilmu yang luas, kita dapat berkhidmat lebih baik kepada umat,” pungkasnya.[YKP]

