RELUNG.ID – Suasana rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memanas setelah dua anggota DPRD Riau, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet, terlibat adu mulut hingga saling menantang duel, Kamis (16/7/2026).
Ketegangan yang terjadi di ruang rapat kemudian berlanjut di luar gedung DPRD. Sejumlah pendukung kedua legislator yang sama-sama berasal dari Partai Golkar terlibat keributan hingga aksi saling baku hantam.
Dalam insiden tersebut, seorang petugas keamanan DPRD Riau berinisial A dilaporkan mengalami luka robek di bagian kepala saat berusaha melerai bentrokan.
Peristiwa itu pun menyita perhatian publik dan menyoroti rekam jejak kedua legislator yang terlibat.
Parisman Ihwan merupakan anggota DPRD Provinsi Riau periode 2024–2029 dari Partai Golkar. Namanya sempat mencuat sebagai salah satu kandidat Ketua DPD Partai Golkar Riau dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar pada 2025. Namun, jabatan tersebut akhirnya diraih Yulisman secara aklamasi.
Sebelum terjun ke dunia politik, Parisman dikenal sebagai pengusaha di bidang kontraktor. Ia bergabung dengan Partai Golkar pada 2017 dan berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Riau pada Pemilu 2019 dari daerah pemilihan Kota Pekanbaru.
Dalam perjalanan politiknya, Parisman juga sempat digadang-gadang menjadi salah satu kandidat yang diusung Golkar pada Pilkada Pekanbaru 2024. Namun, partai akhirnya memberikan dukungan kepada Ida Yulita Susanti.
Sementara itu, Indra Gunawan Eet merupakan politikus senior Partai Golkar yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Riau untuk periode 2024–2029.
Sebelum duduk di DPRD Provinsi Riau, Eet telah tiga periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, yakni pada 2004–2009, 2009–2014, dan 2014–2019. Pada periode 2019–2024, ia menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau.
Pria kelahiran Bengkalis itu memiliki latar belakang pendidikan mulai dari STM Muhammadiyah Pekanbaru, Universitas Lancang Kuning (Unilak), Universitas Islam Riau, hingga meraih gelar Doctor of Philosophy (PhD) dari Selangor University, Malaysia.
Selain aktif di legislatif, Eet juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan, olahraga, dan kemasyarakatan.
Ia pernah menjabat Ketua KNPI Kabupaten Bengkalis, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bengkalis, Sekretaris DPD Golkar Riau, hingga Ketua Pengurus Provinsi Kodrat Riau.
Kericuhan yang melibatkan kedua legislator tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi di tengah rapat resmi pembahasan anggaran daerah.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti perselisihan yang berujung pada aksi saling tantang dan bentrokan antarpendukung. (vid)

