RELUNG.ID – Semangat membanggakan Sumatera Selatan ditunjukkan Tim Putri Sumsel U-15 yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional Srikandi FOSSBI U-15 di Lapangan Skadik 803 Cimariuk, Lanud Sulaiman, Kopo, Bandung.
Di tengah minimnya perhatian terhadap sepak bola wanita, keberangkatan tim ini justru terwujud berkat perjuangan dan pengorbanan para pemain beserta dukungan dari pihak yang peduli terhadap perkembangan sepak bola putri.
Sebanyak 17 pemain diberangkatkan untuk mengikuti turnamen nasional yang akan diikuti 16 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, seluruh kebutuhan keberangkatan tim sebagian besar menggunakan dana pribadi para pemain.
Pelatih Tim Sepak Bola Putri Sumsel, Lukmanul Hakim mengungkapkan, bahwa hingga saat ini sepak bola wanita di Sumsel masih minim perhatian. Karena itu, para pemain dan orang tua harus bergotong royong demi mewujudkan mimpi tampil di level nasional.
“Kami memakai dana pribadi anak-anak. Selain itu ada juga bantuan dari KMP Bumara yang memang peduli terhadap sepak bola, terutama sepak bola wanita yang saat ini dirasakan belum banyak memiliki pemerhati,” ujar Coach Justo.
Tim Putri Sumsel sendiri berangkat bukan melalui kompetisi seleksi daerah. Menurut Coach Justo, tim mendapatkan penunjukan langsung atau wild card dari Ketua FOSSBI Sumsel. Hal itu disebabkan belum banyaknya tim sepak bola putri di Sumsel yang terekspos dan mengikuti kompetisi.
“Tidak ada pergelaran seleksi karena peserta tim putri Sumsel belum terlalu banyak yang terekspos. Jadi hanya tim yang dirasakan siap saja yang diberangkatkan,” katanya.
Tim ini baru terbentuk pada 4 April 2024 sebagai wadah bagi anak-anak perempuan pencinta sepak bola di Sumsel. Para pemain berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Palembang, tetapi juga dari wilayah Ilir, Ulu, Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Musi Rawas, dan daerah lainnya.
Pada Kejuaraan Nasional Srikandi FOSSBI U-15, Tim Putri Sumsel akan bersaing dengan tim-tim dari berbagai provinsi dan kota. Total terdapat 16 tim peserta, di antaranya tuan rumah Bandung, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, Tangerang, Lampung, dan Depok. Beberapa daerah bahkan mengirimkan lebih dari satu tim.
Meski baru seumur jagung, Tim Putri Sumsel telah mengukir sejumlah prestasi. Di antaranya menjadi juara AAFI U-16 tahun 2024, juara ASBWI Sumsel, serta meraih gelar pada beberapa turnamen lokal.
Coach Justo mengakui perkembangan sepak bola putri di Sumsel belum maksimal karena minimnya kompetisi. Padahal, menurutnya, potensi pesepak bola putri di daerah ini sangat besar.
“Penghobinya sudah mulai banyak. Anak-anak putri yang menyukai sepak bola juga semakin bertambah. Sayangnya kompetisi belum ada. Padahal Sumsel memiliki banyak talenta muda. Itu terbukti ketika saya mengunjungi beberapa daerah di Sumsel,” ujarnya.
Terkait target di kejuaraan nasional nanti, Coach Justo tidak membebani para pemain dengan ambisi tinggi. Baginya, keikutsertaan ini menjadi ajang memperkenalkan bahwa Sumsel juga memiliki tim sepak bola putri yang layak diperhitungkan.
“Kalau target khusus tidak ada. Kami hanya berharap provinsi lain tahu bahwa Sumsel punya tim putri. Dalam regulasi juga disebutkan ada talent scouting untuk Timnas FOSSBI Indonesia. Siapa tahu ada anak-anak Sumsel yang masuk kategori dan mendapat kesempatan lebih tinggi,” katanya.
Usai kejuaraan, harapan besar kembali disampaikan Coach Justo agar sepak bola putri di Sumsel dapat bangkit melalui hadirnya liga maupun kompetisi berjenjang, baik kelompok usia maupun tingkat senior.
Adapun 17 pemain yang memperkuat Tim Putri Sumsel pada Kejuaraan Nasional Srikandi FOSSBI U-15 yakni Keisha, Tatia, Razkya, Ratu, Kayla, Fareysha, Dwi, Safa, Septiana, Mahiroh, Deka, Sira, Citra, Aurel, Nadif, Kekey, dan Alula. (LWM)

