RELUNG.ID-Pelaksanaan hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) perdana di Kota Palembang pada Minggu (12/4/2026) pagi justru memicu kemacetan parah di sejumlah ruas jalan utama.
Salah satu titik kemacetan terparah terjadi di Jalan Sultan M. Mansyur, Kelurahan Bukit Lama/32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, menuju Jembatan Musi VI. Jalur ini merupakan akses vital penghubung kawasan Seberang Ulu dan Seberang Ilir.
Antrean panjang kendaraan tak terhindarkan akibat pengalihan arus lalu lintas selama CFD berlangsung. Kondisi tersebut diperparah tingginya volume kendaraan akhir pekan serta terbatasnya jalur alternatif di sekitar lokasi.
Sejumlah pengendara mengaku terjebak kemacetan hingga puluhan menit. Mereka menilai skema rekayasa lalu lintas masih perlu dievaluasi agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat secara luas.
Sorotan juga datang dari Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Palembang, Mgs Syaiful Padli. Ia menilai pelaksanaan CFD seharusnya diawali dengan perencanaan yang lebih matang.
“Sebelum menetapkan zona CFD, harus dikaji apakah wilayah tersebut benar-benar aman dari sisi lalu lintas dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga, seperti pedagang. Selain itu, jalur lalu lintasnya juga harus diperhitungkan dengan baik,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kesiapan jalur alternatif yang didukung penempatan petugas di lapangan.
“Jangan sampai fokus di CFD, tapi petugas di jalur alternatif tidak ditempatkan. Ini justru memicu kemacetan. Perencanaan harus dikaji lebih matang,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CFD maupun Car Free Night (CFN).
“Akan kita evaluasi terus, kita lakukan perbaikan dan peningkatan agar kegiatan ini semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ratu Dewa menilai uji coba ini merupakan langkah awal dalam menghadirkan ruang kota yang lebih ramah bagi masyarakat.
“Ke depan, program CFD dan CFN diharapkan menjadi agenda rutin yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta sektor pariwisata,” pungkasnya. [DSK]

