RELUNG.ID- Aktris Cinta Laura dijadwalkan berangkat ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal Oktober 2026 untuk menyalurkan langsung donasi bagi korban gempa bumi Flores.
Donasi yang telah terkumpul hingga kini mencapai sekitar Rp120 juta. Cinta Laura mengatakan dirinya siap menghadapi berbagai keterbatasan selama berada di lokasi terdampak bencana.
Ia bahkan tidak mempermasalahkan jika harus menginap di tenda pengungsian dan menggunakan fasilitas sanitasi sederhana milik warga.
“Aku sudah siap. Kemarin diinfokan ada kemungkinan harus tidur di tenda dan menggunakan kamar mandi rumah warga yang sangat mendasar.”
“Ada air mengalir, tetapi tentu tidak bisa berekspektasi fasilitasnya seperti di rumah sendiri. Itu tidak masalah, karena aku datang untuk membantu, bukan mencari kemewahan,” kata Cinta Laura saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).
Menurut Cinta, menginap di tenda juga menjadi pilihan yang masuk akal mengingat kondisi wilayah terdampak dan potensi gempa susulan yang masih harus diwaspadai.
Ia menegaskan kedatangannya ke NTT bukan untuk mencari kenyamanan, melainkan memastikan bantuan yang telah terkumpul dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain menyiapkan diri untuk turun langsung ke lokasi, Cinta Laura juga menyampaikan pesan kepada pemerintah dan pemangku kebijakan terkait pentingnya standar bangunan tahan gempa.
Ia berharap peristiwa gempa di NTT menjadi momentum untuk memperkuat penerapan standar bangunan yang mampu menghadapi guncangan kuat.
“Mudah-mudahan ini jadi kesadaran bagi orang-orang yang memiliki kuasa lebih tinggi daripada aku. Bangunan-bangunan yang dibangun di setiap tempat di Indonesia harus bisa lebih tahan gempa. Jangan sampai korban jiwa berjatuhan karena kualitas gedung-gedung kita yang tidak bisa tahan gempa magnitudo tinggi,” ujarnya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. BNPB melaporkan gempa tersebut berdampak pada sejumlah wilayah di Flores, termasuk Kabupaten Sikka. Data awal BNPB pada hari kejadian mencatat puluhan korban meninggal dan kerusakan bangunan yang masih terus didata dan diverifikasi.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo mengunjungi Pulau Palue, Kabupaten Sikka, pada Rabu (16/9/2026). Jokowi datang untuk melihat langsung kondisi warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan.
Jokowi meninjau kawasan pengungsian dan berdialog dengan warga mengenai kondisi mereka setelah gempa. Ia juga melihat langsung rumah-rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Pada malam harinya, Jokowi bermalam di tenda pengungsian di Desa Rokirole bersama warga terdampak gempa. Keesokan harinya, ia kembali meninjau sejumlah fasilitas yang rusak, termasuk Gereja Katolik Keluarga Kudus Lei.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi warga Palue menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung. Salah satu persoalan yang masih dihadapi masyarakat adalah keterbatasan air bersih akibat kerusakan fasilitas penampungan air.
Cinta Laura kini berencana menyusul dengan membawa donasi yang telah dikumpulkan untuk disalurkan langsung kepada warga terdampak pada awal Oktober mendatang.[YKP]

