RELUNG.ID-Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batu bara menyusul insiden ambruknya jembatan di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, pada Minggu (28/6/2025) malam.
Jembatan tersebut runtuh sekitar pukul 23.10 WIB akibat dilintasi empat unit dump truck bermuatan batu bara, yang kembali memicu kekhawatiran akan dampak kendaraan tambang terhadap infrastruktur umum.
Kepala Dishub Sumsel Ari Narsa, menegaskan pentingnya seluruh perusahaan tambang memanfaatkan jalur khusus, seperti Jalan Servo, untuk menghindari kerusakan jalan umum dan fasilitas publik lainnya.
“Untuk mengurangi dampak lalu lintas dan kerusakan infrastruktur, kami mendorong percepatan pembangunan jalan khusus. Saat ini, PT Tiga Putri, PT RMK, dan PT Abani tengah membangun jalur khusus mereka,” ujar Ari usai menghadiri rapat bersama Komisi IV DPRD Sumsel, Selasa (1/7/2025).
Ia juga mengungkapkan, langkah percepatan ini merupakan hasil inisiatif bersama antara Gubernur Sumsel, Bupati Lahat, Bupati Muara Enim, serta sejumlah perusahaan tambang yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU).
Ari menyebutkan salah satu hambatan pembangunan selama ini adalah sikap PT Bukit Asam (PTBA) yang enggan membuka akses wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) mereka untuk pembangunan jalan khusus. Namun kini, menurutnya, PTBA telah bersedia berkontribusi.
“Selama ini memang terkendala karena PTBA tidak membuka diri. Tapi sekarang mereka sudah bersedia mendukung jalan khusus angkutan batu bara ini,” katanya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan jalan khusus angkutan batu bara sepanjang hampir 80 kilometer akan segera dimulai, menghubungkan Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Lahat dua wilayah penghasil batu bara terbesar di Sumsel.
Proyek ini dibagi menjadi dua segmen. PT RMK bertanggung jawab atas pembangunan segmen timur sepanjang 43,5 kilometer, sementara PT SLR mengerjakan segmen barat sepanjang 36,27 kilometer. Konstruksi ditargetkan rampung dalam waktu 5 hingga 6 bulan ke depan.[DSK]

