RELUNG.ID – Nama Fariz Rustam Munaf, atau yang lebih dikenal sebagai Fariz RM, telah lama menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia.
Musisi yang dikenal lewat lagu-lagu legendaris seperti Sakura, Panggung Perak, dan Terlambat ini pernah berada di puncak kejayaan sebagai salah satu ikon musik pop Tanah Air.
Namun, di balik gemerlap panggung, perjalanan hidupnya diwarnai oleh masalah hukum akibat penyalahgunaan narkoba yang berulang kali menjeratnya.
Fariz RM pertama kali berurusan dengan hukum terkait narkoba pada tahun 2007. Ia ditangkap di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, dengan barang bukti 1,5 linting ganja seberat 5 gram.
Kasus ini menjadi pukulan besar bagi reputasi sang musisi, meskipun ia sempat menyampaikan permintaan maaf dan berjanji untuk berubah.
Delapan tahun kemudian, pada 2015, Fariz kembali ditangkap karena kedapatan mengisap ganja di rumahnya yang terletak di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.
Polisi menemukan barang bukti yang menguatkan keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba.
Kasus ini semakin memperburuk citranya di mata publik, terutama di kalangan penggemarnya yang masih menghormati karya-karyanya.
Namun, cobaan belum berakhir bagi Fariz. Pada tahun 2018, ia kembali ditangkap di kediamannya dengan barang bukti berupa dua paket plastik klip sabu, sembilan butir Alprazolam, dua butir Dumolid, serta alat isap sabu.
Akibat kasus ini, rumah tangganya dengan Oneng Diana Riyadini, yang telah dibina sejak 1989 dan dikaruniai empat anak, berakhir dengan perceraian.
Meski telah menjalani rehabilitasi, tampaknya Fariz RM belum sepenuhnya lepas dari jerat narkoba. Pada 19 Februari 2025, musisi kelahiran 1959 ini kembali ditangkap di Bandung, Jawa Barat, dengan barang bukti berupa sabu dan ganja.
Kasus ini semakin menambah daftar panjang perjalanannya dalam pusaran narkotika, yang turut berdampak pada karier dan kehidupannya.
Selain menghadapi konsekuensi hukum, Fariz juga mengalami kesulitan ekonomi akibat kasus-kasus yang menimpanya.
Setelah penangkapan keduanya pada 2015, ia sempat mengeluhkan pendapatannya yang merosot drastis, sehingga kesulitan menafkahi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya yang saat itu bersekolah di luar negeri.
Terlepas dari berbagai kontroversi, tidak bisa dimungkiri bahwa Fariz RM adalah sosok musisi berbakat yang telah memberikan kontribusi besar bagi musik Indonesia. Karya-karyanya tetap dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak musisi generasi berikutnya.
Lagu-lagunya masih sering diputar dan dinyanyikan oleh berbagai kalangan, mengingatkan kita akan kejayaan seorang musisi yang kini tengah berjuang melawan jerat narkoba.
Kisah perjalanan Fariz RM menjadi pengingat bahwa narkoba dapat menghancurkan siapa saja, tak terkecuali seorang seniman besar.
Kasus-kasus yang menimpanya memberikan pelajaran berharga tentang bahaya narkoba yang tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, tetapi juga menghancurkan karier, keluarga, dan masa depan. (KPB)

