Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Dawet Khas Pagar Alam Jadi Panganan Favorit Selama Ramadhan
Regional

Dawet Khas Pagar Alam Jadi Panganan Favorit Selama Ramadhan

RiyadiBy Riyadi26/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Candra salah seorang pengerajin Dawet yang Mulai Sibuk Jelang Ramadhan. (Relung/TFK)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Bulan Ramadhan selalu membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin makanan tradisional di Kota Pagar Alam. Salah satunya adalah para pengrajin dawet yang berada di Dusun Pagar Alam, Kecamatan Pagar Alam Utara.

Dawet, panganan berbahan dasar tepung beras ini telah lama dikenal sebagai makanan khas daerah tersebut dan hanya muncul setahun sekali, tepatnya selama bulan Ramadhan.

Dawet menjadi hidangan yang selalu ada saat berbuka puasa di kalangan masyarakat Pagar Alam. Jelang beberapa hari sebelum memasuki awal puasa, para pengrajin telah sibuk memproduksi dawet sesuai dengan pesanan pelanggan.

Baca juga :   BMKG Sebut Kualitas Udara di Palembang Tidak Sehat, Anak-anak dan Lansia Harus Waspada

Sebelum didistribusikan atau dijual, dawet yang telah jadi akan disimpan di tempat yang sejuk agar tetap awet dan tidak rusak.

Candra, salah seorang pengrajin dawet, mengatakan bahwa usaha pembuatan dawet ini telah dijalankan oleh keluarganya selama empat generasi. Produksi dawet hanya dilakukan selama satu bulan dalam setahun, yakni selama bulan Ramadhan.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, Candra mampu menjual ratusan kantong dawet setiap hari dengan omzet mencapai Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per hari.

Baca juga :   Libur Lebaran, Toko Oleh-Oleh di Pagar Alam Diserbu Pemudik

“Kami sangat sibuk saat bulan Ramadhan ini, bahkan pesanan terus mengalir. Kami bisa menjual ratusan kantong dawet setiap hari,” kata Candra.

Proses pembuatan dawet sendiri mirip dengan proses pembuatan dodol, di mana tepung beras dicampur dengan air, lalu dimasak di atas tungku api besar hingga adonan mengental.

Setelah adonan dingin, kemudian dicetak menjadi bentuk dawet menggunakan alat seperti saringan.

Baca juga :   Muara Enim Gencarkan Pesantren Kilat dan Kajian Islam di Sekolah Selama Ramadan

Candra menjelaskan bahwa perbedaan antara dawet dan cendol terletak pada bahan baku yang digunakan. Cendol terbuat dari tepung tapioka atau sagu, sementara dawet menggunakan tepung beras, yang membuatnya lebih rapuh dan tidak tahan lama.

“Jika tidak habis terjual, dawet tidak bisa disimpan dan harus dibuang karena dalam waktu lebih dari satu hari, dawet akan hancur,” ungkap Candra.

Sementara itu, cendol yang terbuat dari tepung tapioka atau sagu jauh lebih tahan lama.

Baca juga :   Simpan Sabu di Kantong Celana, Pemuda Empat Lawang Ini Diringkus Polisi

Selain perbedaan bahan baku, perbedaan lain antara cendol dan dawet terletak pada pewarnaan. Cendol menggunakan pewarna makanan pabrikan, sementara dawet menggunakan pewarna alami yang berasal dari daun suji.

Daun suji memberikan warna hijau cerah pada dawet, sementara dawet yang tidak menggunakan pewarna akan menampilkan warna putih alami dari tepung beras.

“Warna dawet buatan kami hanya dua varian, yaitu hijau dari daun suji dan putih alami dari tepung beras itu sendiri. Dua jenis dawet ini paling diminati masyarakat untuk menu berbuka puasa,” tutup Candra.

Baca juga :   Bukannya Menolong, Warga di Banyuasin Justru Lakukan Penjarahan Massal Mi Instan di Truk yang Kecelakaan

Dengan rasa yang khas dan bahan-bahan alami yang digunakan, dawet khas Pagar Alam terus menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa bagi masyarakat setempat.[TFK]

Dawet Pagar Alam Ramadhan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKejari Muara Enim Tetapkan Bendahara Desa Petanang sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Rp1,2 Miliar
Next Article Pemprov Sumsel Gelar Pasar Murah Atasi Lonjakan Harga Cabai Jelang Ramadan
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20264 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,870 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,743 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,716 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?