RELUNG.ID – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026) sore hingga malam.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah pohon berukuran besar tumbang dan berdampak pada jaringan listrik di Kecamatan Pagar Alam Utara dan Dempo Utara.
Hujan deras dan angin kencang dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB. Suara gemuruh angin yang cukup kuat sempat membuat warga panik.
Tidak lama kemudian, sejumlah pohon penghijauan yang berada di tepi jalan dan sekitar permukiman warga tumbang setelah tidak mampu menahan terpaan angin.
Beberapa pohon yang roboh juga mengenai jaringan kabel listrik sehingga menyebabkan aliran listrik padam di sejumlah wilayah.
Setelah kondisi cuaca mulai membaik, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar dan tim rescue Kota Pagar Alam langsung melakukan evakuasi serta pembersihan material pohon tumbang.
Petugas menggunakan gergaji mesin untuk memotong batang dan dahan pohon yang menutup akses jalan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, petugas PLN melakukan pendataan terhadap jaringan listrik yang terdampak. Sejumlah kabel dilaporkan putus akibat tertimpa dahan pohon, sementara beberapa titik jaringan dan trafo juga mengalami gangguan.
Kepala BPBD Kota Pagar Alam Agus Ahmad bersama Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Panja mengatakan, proses evakuasi dan pembersihan pohon tumbang telah selesai dilakukan.
Menurutnya, jaringan listrik yang sempat terdampak juga telah kembali menyala pada Selasa (1/9/2026) pagi. Aktivitas masyarakat di dua kecamatan yang terdampak kini berangsur normal.
“Usai badai reda, petugas gabungan BPBD, Damkar dan PLN langsung bergerak melakukan evakuasi. Pagi ini pembersihan sudah selesai,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (1/9/2026).
Selain pohon tumbang dan gangguan listrik, hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan kerusakan ringan pada dua rumah warga di kawasan Perumnas Curup Embun, Kecamatan Pagar Alam Utara.
Salah seorang warga, Herian, mengatakan bagian belakang atap rumahnya rusak setelah diterjang angin kencang.
“Dapat telepon dari istri, atap belakang rumah rusak diterjang angin deras. Setelah saya pulang, rumah tetangga kami juga bernasib sama,” kata Herian.
Hingga Selasa pagi, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Data resmi mengenai total kerusakan maupun kerugian material juga masih belum dilaporkan.
BPBD Kota Pagar Alam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Kami mengimbau warga untuk waspada dan mencari tempat aman untuk berlindung jika terjadi cuaca buruk secara tiba-tiba. Segera melapor dan mencari pertolongan jika membutuhkan,” tutupnya. (TFK)

