RELUNG.ID – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga September 2026 baru mencapai sekitar 60 persen dari target yang ditetapkan.
DPRD Sumsel menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari melemahnya daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang terjadi saat ini.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Sumsel, M Nasir, mengatakan kondisi ekonomi membuat sebagian masyarakat harus lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok dibandingkan kewajiban membayar pajak kendaraan.
“Tekanan ekonomi secara nasional maupun global membuat kemampuan belanja masyarakat menurun. Masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok seperti makanan sehari-hari, sehingga pembayaran pajak kendaraan bermotor akhirnya terabaikan,” kata M. Nasir, Senin kemarin (21/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap penerimaan PAD Sumsel dari sektor PKB. Padahal, pemerintah daerah telah menetapkan target penerimaan PKB tahun 2026 sebesar Rp778 miliar.
Namun, hingga September 2026, realisasi penerimaan baru berada di kisaran 60 persen dari target tersebut.
M. Nasir mengatakan kondisi ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar potensi kekurangan penerimaan dapat diantisipasi melalui optimalisasi sektor pajak daerah lainnya.
Salah satu sektor yang dinilai masih memiliki potensi untuk digenjot adalah Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
“Solusinya, kita harus mencari opsi pendapatan dari jenis pajak daerah yang lain. Salah satunya dengan mengejar potensi PBBKB,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu juga meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel meningkatkan kinerja serta kapasitas jajarannya dalam menggali potensi penerimaan daerah.
Menurutnya, optimalisasi PBBKB menjadi penting karena sektor tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan-perusahaan berskala besar yang beroperasi di wilayah Sumsel.
“Potensi PBBKB ini cukup berkaitan dengan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasional di Sumatera Selatan. Karena itu, kinerja dan kapasitas jajaran Bapenda harus terus dipacu,” pungkasnya. (DSK)

