Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026

Polri Mutasi 199 Personel, Jabatan Kakorlantas dan Tiga Kapolda Berganti

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Politik»Dede Yusuf Minta Gubernur Kaltim Tinjau Ulang Anggaran Mobil Dinas Rp 8,5 M
Politik

Dede Yusuf Minta Gubernur Kaltim Tinjau Ulang Anggaran Mobil Dinas Rp 8,5 M

RiyadiBy Riyadi27/02/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, meminta Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud meninjau ulang anggaran pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat sebelum memutuskan belanja kendaraan operasional kepala daerah.

“Memang kalau di Permendagri itu kan tidak disebutkan harga ya, disebutkan adalah ukuran cc. Tapi intinya begini. Pemilihan itu berdasarkan kebutuhan, benar,” kata Dede, Jumat (27/2/2026).

Baca juga :   Kecelakaan Mobil Dinas di Prabumulih: Staf Ahli Wali Kota Selamat, Dua Penumpang Truk Luka-Luka

Ia menjelaskan, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) memang tidak diatur batasan harga kendaraan dinas, melainkan spesifikasi kapasitas mesin (cc). Namun demikian, kepala daerah tetap harus mempertimbangkan aspek kepatutan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Maka dari itu dalam Permendagrinya adalah bentuknya jenis cc. Namun tentu, sebagai kepala daerah, kita juga harus melihat kondisi bagaimana perekonomian sebuah daerah, lalu juga kondisi masyarakat jangan sampai menyakiti hati rakyat,” ujarnya.

Dede menambahkan, untuk kategori mesin 3.000 cc terdapat banyak pilihan kendaraan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dinas tanpa harus memunculkan polemik.

Baca juga :   PAN Masuk 5 Besar Partai Populer Versi IPO, Kader di Palembang Sambut Baik


“Tentunya masih banyak pilihan dan pilihan-pilihan itu harusnya dikonsultasikan terlebih dahulu, terutama kepada DPRD atau kepada Kemendagri karena yang 3.000 cc jenisnya cukup banyak. Yang sesuai dengan kebutuhan untuk dinas dan bekerja,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Ia pun secara tegas menyarankan agar Gubernur Kaltim meninjau kembali rencana pembelian kendaraan dinas tersebut.

“Saya sarankan kepada Gubernur Kalimantan Timur untuk meninjau ulang pembelian kendaraan dinas yang mungkin dari sisi harga terlalu berlebihan,” tambahnya.

Baca juga :   [LAPORAN KHUSUS] Ketua Partai Belum Tentu Jadi Calon Gubernur, Peta Pilgub Sumsel Masih Dikuasai Tokoh Lama

Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud telah buka suara terkait polemik anggaran Rp 8,5 miliar tersebut. Ia menyatakan pengadaan kendaraan dinas dilakukan sesuai aturan dan mempertimbangkan kebutuhan kerja kepala daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni menjelaskan, rencana pengadaan telah melalui pertimbangan matang berdasarkan efektivitas kerja dan karakteristik geografis Kalimantan Timur yang memiliki medan ekstrem.

Menurutnya, kendaraan operasional gubernur harus mampu menjangkau wilayah pelosok dengan kondisi jalan berat.

Baca juga :   Enam Bulan Bekerja, Prabowo Sedih Banyak Menteri Belum Dapat Mobil Dinas

“Pak Gubernur berkomitmen untuk memantau langsung setiap permasalahan di pelosok. Untuk mencapai titik-titik krusial dengan medan seberat itu, dibutuhkan kendaraan yang andal dan representatif,” ujar Sri.

Polemik ini pun memicu perdebatan publik mengenai urgensi dan kepatutan anggaran kendaraan dinas di tengah tuntutan efisiensi serta kondisi ekonomi masyarakat.[YKP]

Anggaran Dede Yusuf Minta Gubernur Kaltim Mobil Dinas Tinjau Ulang
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous Article4,3 Juta Kendaraan Ford di AS Direcall
Next Article Dihantam Angin Puting Beliung, Satu Rumah di Lubuklinggau Hancur
Riyadi

Related Posts

Politik

Polemik Ijazah Gibran Usai Putusan MK, Istana: Bukan Tidak Ada tapi Belum Ditemukan

10/10/20263 Views
Politik

Dulu Terang-terangan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Begini Respon Jokowi Sekarang

10/10/20262 Views
Politik

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Pendidikan Sarjana

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,972 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,843 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,816 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?