RELUNG.ID – Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Driver Online Sumatera Selatan (DPD ADO Sumsel) mendukung kehadiran dan operasional taksi listrik Green SM asal Vietnam di Kota Palembang.
Hal ini guna kemajuan daerah, mengingat lebih hemat energi dan rendah emisi.
Demikian diungkapkan Ketua DPD ADO Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, Rabu malam (9/9/2026).
Dia mengatakan, penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari perkembangan transportasi masa depan yang baik. Sekaligus upaya mendorong penggunaan kendaraan lebih hemat energi dan rendah emisi.
Karena itu, kehadiran taksi listrik Green SM ini berpotensi memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya dalam membuka lapangan kerja.
“Harapan saya Bapak Wali Kota Palembang dan Gubernur Sumsel juga menyetujui, bahwa ini demi perkembangan masa depan. Semakin banyak kita memakai kendaraan berbasis nonemisi, semakin bagus ke depannya,” kata Asrul, Rabu (9/9/2026) malam.
Saat ini, dia mengaku, pengemudi transportasi tengah menghadapi tingginya biaya operasional kendaraan yang dinilai tidak sebanding dengan pendapatan.
“Harapan saya driver online juga bisa memakai kendaraan listrik. Mereka sudah siapkan untuk kawan-kawan driver online roda empat sekitar 1.000 unit taksi listrik. Sistemnya nanti mungkin bisa sewa ataupun dicicil. Akan kita gaungkan nanti,” jelasnya.
Asrul mengatakan ADO Sumsel pada prinsipnya menyambut baik dan mendukung penuh kehadiran taksi listrik Green SM di Palembang.
Menurutnya, pengembangan transportasi berbasis listrik juga sejalan dengan aspirasi para pengemudi daring yang selama ini mendorong pemerintah untuk menghadirkan kendaraan yang lebih hemat energi.
“Saya sampaikan, kami semua driver online, khususnya roda empat, mendukung adanya taksi listrik. Karena memang kita yang mengarahkan pemerintah, baik kota maupun provinsi, untuk bagaimana caranya ada kendaraan berbasis listrik dan hemat energi,” ungkapnya.
Namun, Asrul menekankan pengembangan transportasi listrik membutuhkan kolaborasi antara perusahaan penyedia layanan, pemerintah daerah, pengemudi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar aspek pelayanan, keselamatan, kesiapan fasilitas, perlindungan pengemudi, hingga kepatuhan terhadap regulasi dapat berjalan secara seimbang.
“Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan aspek pelayanan, keselamatan, kesiapan fasilitas, perlindungan pengemudi, serta kepatuhan terhadap regulasi dapat berjalan secara seimbang,” pungkasnya. (DNP)

