RELUNG.ID – Kerusakan jalan lintas sepanjang 50 kilometer yang menghubungkan tujuh desa di Kecamatan Lahei, Barito Utara mendapat perhatian serius dari anggota DPR RI.
Pembangunan jalan yang dilakukan sejak 2017 lalu hingga kini belum tersentuh perbaikan.
Padahal, jalan lintas ini dibangun dari hibah warga kepada pemerintah untuk akses jalan tujuh desa tersebut.
Anggota DPR RI, Mukhatarudin mengaku sangat prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Dia menganggap ini merupakan masalah yang serius, mengingat pemerintah ataupun perusda membiarkan jalan tersebut rusak bertahun-tahun.
“Ini jadi pertanyaan mengapa membangun infrastruktur tetapi tidak menyiapkan pengelolaannya dengan baik?” kata anggota DPR RI asal Kalteng ini.
Politisi Golkar ini pun meminta Pemkab Barito Utara dan Perusda agar segera memperbaiki jalan tersebut.
Menurutnya, Pemkab dan Perusda harus bertanggung jawab karena jalan rusak ini bukan hanya menganggu aktivitas warga tetapi juga membahayakan keselamatan warga.
“Pemkab Barito dan Perusda harus bertanggung jawab dan tidak boleh lepas tangan,” tegasnya.
Dia juga menuntut transparansi dari Pemkab dan Perusda terkait pembiayaan pihak-pihak lainnya. Mengingat, jalan ini disebut dibangun dari non APBD dengan memanfaatkan hibah lahan dari warga dan bantuan dana dari swasta.
Mukhtarudiin juga menambahkan, kerusakan jalan ini kerap dikeluhkan warga dan telah beberapa kali dibahas di DPRD Barito Utara. Namun, hanya dijanjikan perbaikan jalan. Tanpa ada realisasinya.

