RELUNG.ID- Komunitas pendidikan visual storytelling, Ghompok Koletif, siap menyajikan desiminasi karya terbaru mereka bertajuk “Tunggu Tubang Tak Akan Tumbang: Kedaulatan Pangan Berkelanjutan”kepada publik. Kegiatan ini akan digelar pada Senin, 15 September 2025, di Kampus B Universitas Islam Negeri Raden Fatah (UIN RF) Palembang, Gedung Perpustakaan UPT, Jakabaring.
Dalam program ini, Ghompok Kolektif menghadirkan dua karya utama: film dokumenter berjudul “Mother Earth” dan buku foto “Badah Puyang”.
Muhammad Tohir, koordinator program sekaligus sutradara “Mother Earth” menjelaskan, bahwa film dokumenter tersebut menceritakan perjuangan keluarga Tunggu Tubang dalam melestarikan nilai-nilai adat masyarakat Semende Darat, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
“Tunggu Tubang adalah amanah leluhur (Puyang) untuk mengelola sawah, rumah, kebun, dan tebat. Nilai ini juga menjaga kedaulatan pangan masyarakat Semende. Dalam adat, ada larangan menjual aset tersebut,” ujar Tohir.
Ahmad Rizki Prabu, inisiator Ghompok sekaligus fotografer Badah Puyang menambahkan, buku foto dan film saling melengkapi, menampilkan kisah yang sama dari perspektif visual. Puluhan foto akan disajikan dalam warna hitam-putih untuk menekankan makna mendalam dari sistem adat Tunggu Tubang.
Proses penggarapan kedua karya ini memakan waktu lebih dari enam bulan, dimulai dari riset pustaka, pengambilan gambar, hingga kurasi dan editing. Tohir berharap karya ini bisa menjadi pemicu pendalaman pengetahuan tentang Tunggu Tubang di masa depan.
Desiminasi karya terbuka untuk umum, dengan pemutaran film dan diskusi berlangsung pukul 13.00 – 17.00 WIB. Selain Palembang, Ghompok juga akan membawa desiminasi karya ini ke Desa Muara Tenang, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, pada penghujung September atau awal Oktober 2025.
Teaser Mother Earth sudah dapat disaksikan di akun Instagram Ghompok Kolektif, Tunggu Tubang Project, dan kanal YouTube Ghompok Kolektif.
“Semoga karya yang kami sajikan dapat memberikan wawasan kepada publik, dan Tunggu Tubang tak akan pernah tumbang,” tegas Tohir.[YKP]

