RELUNG.ID – Antrian kendaraan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pagar Alam mengalami peningkatan.
Hal ini diduga adanya pengurangan jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di wilayah Pagar Alam hingga menyebabkan warga pun panic buying.
Dari pantauan redaksi, antrian ini terlihat sejak pagi hari hingga malam hari di seluruh SPBU yang ada di Kota Pagaralam.
Tak hanya itu, beberapa warga terlihat kecewa. Lantaran, setelah lama mengantri BBM jenis pertalite habis hingga terpaksa beralih ke BBM non subsidi serta menunggu pengiriman dari Pertamina keesokan paginya.
Selain mengakibatkan panic buying, antrian ini berimbas juga pada terhambatnya aktifitas masyarakat yang berimbas pada kemacetan lalu lintas.
Pemilik SPBU Simpang Manak kota Pagar Alam, Haji Epi mengatakan, kelangkaan BBM terjadi karena jatah semua SPBU di kota Pagar Alam sebagian di alihkan ke provinsi Bengkulu karena di sana kapal tangker pembawa BBM tidak bisa bersandar di pelabuhan.
Ia mengakui normalnya SPBU miliknya mendapat kuota 24 ton perhari namun kini hanya menerima 8 ton saja sehingga hal ini yang menyebabkan antrian pembelian masyarakat yang kawatir tidak kebagian BBM.
“Sejak awal Juni semua SPBU di kurangi jatahhya karena Pertamina mengalihkannya ke provinsi Bengkulu contohnya saya biasa sehari mendapat jatah 24 ton sekarang hanya 8 ton saja,” katanya, Senin (16/6/2025).
Terpisah walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah merespon keluhan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM mengatakan, secepatnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait.
“Akan kami koordinasikan lewat dinas Dispridagkop dengan pihak terkait agar nantinya persoalan ini jangan sampai memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (TFK)

